Tahun 2025 menjadi tahun yang ramai bagi pencinta film dan serial televisi. Berbagai karya hadir dari banyak arah—mulai dari Hollywood, Eropa, hingga animasi dan eksperimen televisi yang kian berani. Tren yang terasa menonjol, penonton tidak lagi hanya menunggu film superhero atau sekuel lama; cerita-cerita baru dengan ide segar justru sering memantik percakapan.
Berikut rangkuman 20 judul film dan serial TV yang dinilai menonjol sepanjang 2025, mencakup 10 film dan 10 serial.
10 Film Terbaik 2025
1. One Battle After Another
Film ini disebut sebagai pemenang Best Picture pada 98th Academy Awards (Oscars 2026). Ceritanya mengikuti seorang mantan revolusioner yang hidup dalam paranoia dan terpaksa kembali bergerak untuk menyelamatkan putrinya dari musuh lama yang kini menjadi politikus berpengaruh. Film yang dibintangi Leonardo DiCaprio ini menekankan daya tahan manusia saat hidup terasa tidak adil.
2. Hamnet
Disutradarai Chloé Zhao dan diadaptasi dari novel fiksi sejarah karya Maggie O’Farrell (2020), film ini terinspirasi dari kehidupan William Shakespeare, terutama kisah tentang anaknya, Hamnet. Alih-alih memilih drama sejarah yang megah, pendekatannya intim—membahas keluarga, kehilangan, dan duka yang dapat melahirkan karya besar.
3. Sentimental Value
Film drama Norwegia ini menyoroti luka warisan keluarga, komunikasi yang retak, serta dampak perceraian dan ketidakhadiran orang tua terhadap anak-anak hingga dewasa. Tanpa aksi besar, kekuatannya terletak pada kesederhanaan yang membuat kisah terasa dekat dan manusiawi.
4. The Secret Agent
Berbeda dari film mata-mata yang identik dengan gadget, thriller politik Brasil ini menitikberatkan sisi psikologis: ketakutan, kesepian, dan dilema moral. Nuansa paranoia dan ketegangan menjadi sorotan, dengan latar perlawanan di tengah negara otoriter.
5. Sinners
Salah satu film paling gelap pada 2025, memadukan sejarah kelam rasisme di Amerika Serikat dengan horor supranatural. Kisahnya tentang dua saudara kembar yang mencoba menebus masa lalu, namun bayang-bayang itu tidak mudah hilang. Film ini dibintangi Michael B. Jordan dan menonjol lewat atmosfer yang berat.
6. Frankenstein
Guillermo del Toro menghadirkan pendekatan baru pada kisah monster klasik ini. Film rilisan Netflix tersebut tidak hanya berbicara tentang “monster”, tetapi juga tentang pencipta dan tanggung jawabnya—pertanyaan tentang konsekuensi ketika manusia mampu menciptakan kehidupan. Visualnya digambarkan gelap, gotik, dan penuh detail.
7. F1 the Movie
Film balap yang dibintangi Brad Pitt ini disebut membawa penonton seolah masuk ke kokpit mobil Formula 1, menonjolkan sensasi kecepatan dan ketegangan lintasan. Di luar balapan, ceritanya juga memuat tema ambisi, usia, dan kesempatan kedua.
8. It Was Just an Accident
Thriller politik Iran ini berangkat dari sebuah kecelakaan kecil yang membuka rangkaian rahasia dan berdampak pada banyak orang. Film ini menggali trauma, dilema moral antara balas dendam atau memaafkan, serta benturan antara keadilan dan luka batin, dengan akhir yang menegangkan terkait siklus kekerasan.
9. Weapons
Film thriller ini berkisah tentang hilangnya 17 anak secara misterius pada malam yang sama. Misteri dibuka bertahap, sekaligus menyinggung isu sosial seperti pelecehan, narkoba, dan kekerasan senjata di Amerika, dibalut nuansa horor. Penonton diajak mempertanyakan bentuk “senjata” paling berbahaya—yang di tangan atau yang ada di pikiran.
10. KPop Demon Hunters
Film animasi rilisan Netflix ini mengusung konsep unik: idol K-Pop yang diam-diam menjadi pemburu iblis. Musik, fantasi, aksi, dan humor dipadukan menjadi tontonan yang disebut sangat menghibur.
10 Serial TV Terbaik 2025
1. Adolescence
Miniseri drama kriminal tentang remaja 13 tahun yang ditangkap atas tuduhan membunuh teman sekolahnya. Disajikan dengan teknik one-shot, serial Netflix ini menggali sisi gelap perundungan, pengaruh subkultur incel/misoginis di internet, serta krisis maskulinitas remaja, termasuk pertanyaan tentang sejauh mana media sosial dapat mendorong kekerasan ekstrem.
2. Andor Season 2
Musim kedua ini menegaskan bahwa semesta Star Wars tidak melulu soal Jedi. Serial Disney+ tersebut berfokus pada perlawanan politik, spionase, dan pengorbanan, dengan narasi yang lebih matang dan serius.
3. The Pitt
Drama medis rilisan HBO Max ini disebut terasa realistis, menggambarkan rumah sakit bukan hanya sebagai ruang heroik, tetapi juga tempat penuh tekanan, kelelahan, dan keputusan sulit. Serial ini mengingatkan pada ER (1994–2009) dan dibintangi Noah Wyle.
4. Pluribus
Serial Apple TV ini mengikuti seorang penulis perempuan yang kebal terhadap virus alien yang mengubah manusia menjadi pikiran kolektif (hive mind) yang damai namun kehilangan individualitas. Di balik unsur sci-fi pasca-apokaliptik dan ketegangan ala thriller, serial ini menyimpan pesan tentang politik dan masa depan demokrasi.
5. The Studio
Komedi satir dari Apple TV yang mengintip dinamika di balik layar industri film Hollywood. Selain humor, serial ini menyajikan sindiran tajam tentang bagaimana ego, uang, dan ambisi kerap saling berbenturan dalam proses pembuatan film.
6. Severance Season 2
Musim kedua memperdalam konsep pemisahan ingatan kerja dan kehidupan pribadi, beserta konsekuensi yang kian mengerikan. Serial Apple TV ini tetap menonjol sebagai salah satu fiksi ilmiah paling orisinal di televisi.
7. Daredevil: Born Again
Serial Marvel Television di Disney+ ini kembali dengan nuansa lebih gelap dan dewasa. Fokusnya tidak hanya pada pertarungan fisik, tetapi juga konflik moral. Daredevil digambarkan harus kembali menghadapi sistem korup yang dikuasai Kingpin, yang kini terpilih menjadi Wali Kota New York City.
8. Stranger Things 5
Musim terakhir serial Netflix ini disebut menjadi yang paling emosional, membawa kisah geng remaja di Hawkins menuju klimaks besar. Penonton yang mengikuti sejak awal digambarkan merasakan momen perpisahan, dengan penutup yang mengharukan.
9. IT: Welcome to Derry
Serial HBO Max ini kembali ke dunia horor Pennywise, tetapi dengan fokus pada sejarah kota Derry pada era 1960-an. Cerita menggali asal-usul Pennywise dan siklus teror 27 tahunan, sekaligus memperdalam mitologi yang berakar dari karya Stephen King.
10. Win or Lose
Serial animasi Disney+ produksi Pixar ini menghadirkan delapan episode dengan cerita yang sama tentang tim softball anak-anak, tetapi tiap episode memakai sudut pandang karakter berbeda—pemain, orang tua, hingga wasit. Serial ini mengeksplorasi kecemasan dan emosi yang kompleks, dengan gaya visual eksperimental yang menyesuaikan karakter yang disorot.
Penutup
Daftar tersebut menegaskan satu hal: lanskap hiburan terus berubah. Film besar tidak lagi semata mengandalkan efek visual, sementara serial televisi semakin sering tampil berani dan tidak bisa lagi dipandang sebagai tontonan kelas dua. Pada akhirnya, penonton mencari cerita—yang jujur, berani, dan meninggalkan kesan setelah layar padam. Tahun 2025 menghadirkan banyak cerita semacam itu.