Perpindahan tim menjadi salah satu keputusan terbesar dalam karier atlet esports. Meski sudah berprestasi bersama tim lamanya, sebagian pemain memilih keluar dari zona nyaman untuk mencari tantangan baru, memperluas pengalaman, atau mengejar perkembangan karier. Di Indonesia, sejumlah transfer pro player sempat menjadi perbincangan luas karena terjadi antar rival, berlangsung jelang turnamen besar, hingga membuka jalan ke panggung internasional.
Berikut tujuh transfer pro player esports yang pernah menggegerkan skena kompetitif Tanah Air.
1. (Mobile Legends) Udil – ONIC ke Alter Ego
Menjelang MPL Season 6, kepindahan Udil dari ONIC ke Alter Ego mengejutkan banyak penggemar, mengingat ONIC dan Alter Ego dikenal sebagai rival sejak MPL Season 4. Udil juga dianggap sebagai sosok ikonis ONIC. Sebelumnya, ia turut mengukir prestasi bersama ONIC, termasuk menjuarai Piala Presiden Esports 2019, MPL Season 3, dan MSC 2019. Di Alter Ego pada MPL Season 6, Udil menjadi pelengkap bagi komposisi tim dan turut mengantar Alter Ego meraih gelar di MPL Invitational 2020.
2. (Mobile Legends) Sanz – Victim ke ONIC
Bersamaan dengan kepergian Udil, ONIC memperkenalkan Sanz sebagai pemain baru. Kehadiran Sanz disebut menjadi angin segar untuk memperkuat tim. ONIC kemudian berhasil menjadi juara Mytel International Championship dan mendominasi babak Regular Season MPL Season 6, meski belum mampu mengulang pencapaian puncak yang diharapkan.
3. (Mobile Legends) LJ – RRQ ke EVOS
LJ memutuskan pindah dari RRQ ke EVOS menjelang MPL Invitational 2020, meski sebelumnya ikut membawa RRQ menjadi juara MPL Season 5 dan 6. Debutnya bersama EVOS dinilai belum memuaskan karena tim gagal menjadi juara di turnamen tingkat Asia tersebut. Perpindahan yang terjadi cukup dekat dengan jadwal kompetisi membuat faktor chemistry disebut menjadi salah satu tantangan yang dihadapi.
4. (Mobile Legends) Psychoo – ONIC ke RRQ Hoshi
Psychoo sempat jarang terlihat pada periode MPL Season 4 hingga 6, meski sebelumnya menjadi salah satu Tank yang bersinar di MPL Season 3 dan meraih titel MVP pada babak Regular Season. M2 World Championship menjadi momen kembalinya ia ke panggung besar. Meski belum membawa gelar juara untuk Indonesia, penampilannya di ajang dunia tersebut menjadi pelepas rindu penggemar. Ia juga disebut masih akan tampil pada MPL Season 7 yang bergulir mulai Februari 2021.
5. (PUBG Mobile) Microboy – Bigetron RA ke EVOS
Kepindahan Microboy ke EVOS turut menyita perhatian, terlebih setelah ia sempat menyatakan ingin pensiun dari rutinitas kompetitif. Tak lama setelah pengumuman berpisah dengan Bigetron RA, EVOS mengumumkan Microboy resmi bergabung. Microboy dikenal pernah membawa Bigetron RA menjuarai beberapa turnamen dunia PUBG Mobile. Di tim barunya, pemain bernama Nizar Lugatio ini mengemban peran sebagai kapten.
6. (Free Fire) Vader – DRANIX ke AURA
Vader menjadi salah satu pemain DRANIX yang menarik perhatian saat mewakili Indonesia di Piala Presiden Esports 2020. Meski tidak meraih gelar juara, ia menonjol lewat perannya sebagai rusher. Transfer ke AURA dipandang sebagai langkah besar, mengingat AURA dikenal sebagai salah satu tim Free Fire terkuat di Indonesia, dan kedatangannya mendapat sambutan meriah dari tim.
7. (CS:GO) BnTeT – TyLoo ke Gen.G Esports
Di ranah internasional, BnTeT menjadi salah satu nama Indonesia yang berhasil melebarkan sayap. Mengawali karier bersama NXL, ia kemudian bergabung dengan tim asal Tiongkok, TyLoo, dan ikut membawa tim tersebut meraih prestasi, termasuk eXTREMESLAND CS:GO Asia 2019. Hansel Ferdinand lalu mencatatkan diri sebagai pemain pertama yang memperkuat tim Amerika Utara, Gen.G Esports. Setelah Gen.G bubar karena pandemi, ia disebut resmi bergabung dengan EXTREMUM.
Deretan perpindahan ini menunjukkan dinamika karier atlet esports yang terus bergerak, baik di level domestik maupun internasional. Bagi penggemar, transfer kerap menjadi momen yang memicu harapan baru sekaligus perdebatan, terutama ketika melibatkan rivalitas tim dan ekspektasi prestasi di turnamen besar.

