BERITA TERKINI
Arief MH Rilis “Jaga Aku Selamanya”, Balada Religi Setelah Hibernasi Panjang Bermusik

Arief MH Rilis “Jaga Aku Selamanya”, Balada Religi Setelah Hibernasi Panjang Bermusik

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang dipenuhi polusi dan kebisingan, Arief MH memperkenalkan warna vokal bariton yang tebal lewat lagu religi berjudul “Jaga Aku Selamanya”. Lagu ini hadir sebagai balada yang tenang, dengan lirik doa dan permohonan penjagaan kepada Tuhan, sekaligus ajakan untuk menepi sejenak dari kecemasan keseharian.

Arief MH bukan sosok yang hadir mengikuti pola instan industri pop. Ia membawa karakter ballad-seriosa yang matang dan berbeda dari tren arus utama. Melalui “Jaga Aku Selamanya”, ia menempatkan musik sebagai ruang jeda—tempat pendengar mencari ketenangan batin dan menata ulang rasa.

Perjalanan musik Arief MH disebutnya sebagai proses menunggu “kadar waktu”. Ia tumbuh sebagai satu-satunya anggota keluarga yang memiliki bakat menyanyi di lingkungan yang jauh dari dunia seni. Sejak sekolah dasar hingga menengah, namanya kerap menonjol dalam kegiatan olah vokal. Saat menempuh studi S2 di Jepang, ia juga dikenal di antara rekan-rekan internasionalnya sebagai sosok yang dinantikan untuk menghibur pada akhir pekan.

Namun, tuntutan hidup membuatnya menempuh jalur karier profesional kantoran. Minat bermusiknya tidak hilang, tetapi memasuki masa “hibernasi” panjang. Di sela rutinitas, ia tetap melatih vokal secara mandiri dan terlibat dalam kegiatan musik di lingkup terbatas. Arief baru memutuskan mengolah karier musik profesionalnya pada 2025, yang ia anggap sebagai titik bertemunya sumber daya, kesempatan, dan kematangan personal untuk membangun identitas seni secara utuh.

Langkah awal Arief di industri musik ditandai pertemuannya dengan seorang pengarang lagu yang merasakan kecocokan kuat dengan karakter vokalnya. Komposer tersebut, yang kini telah berpulang, meyakini lagu-lagunya menemukan “pemilik” yang tepat dan menilai Arief sebagai sosok yang mampu menghayati karya-karya itu secara mendalam.

Dari kolaborasi tersebut, lahir dua single: “Ternyata Tanpamu” dan “Tepian Asa”. “Ternyata Tanpamu” mengangkat tema kehilangan yang universal—mulai dari orang tua, saudara, kekasih, hingga sahabat. Sementara “Tepian Asa” menyoroti kerinduan seorang ibu kepada anak yang merantau, dengan harapan sang anak kembali pulang setelah meraih sukses. Arief menyampaikan bahwa kehilangan bersifat universal, tetapi terasa lebih perih ketika menyangkut orang tua, dan lagu tersebut menjadi refleksi keinginan untuk bertemu kembali meski hanya sesaat.

Memasuki Ramadan 2026, Arief merilis “Jaga Aku Selamanya” sebagai kolaborasi dengan komposer M. Ikhsan Rizaldi. Jika dua lagu sebelumnya berbicara tentang relasi antarmanusia, karya terbaru ini menjadi dialog vertikal antara hamba dan Sang Pencipta. Lagu tersebut mengkurasi emosi manusia yang rapuh di tengah “rayuan dunia” dan “pisau jiwa”, metafora atas tantangan dan kepedihan hidup yang dapat membuat seseorang kehilangan arah.

Arief menggambarkan proses produksi lagu itu seperti mengolah “adonan kue”. Ia tidak sekadar mengikuti pola aransemen standar, melainkan membentuk materi musik dengan latar teknik ballad-seriosa yang ia miliki. Ia juga menambahkan improvisasi yang disesuaikan dengan karakter vokalnya, sehingga lagu ini diarahkan menjadi penguatan batin bagi pendengar.

Dalam narasi yang menyertai karya-karyanya, ketenangan yang muncul dari musik Arief turut dijelaskan melalui pendekatan ilmiah. Musik bertempo lambat dengan tekstur bariton yang stabil disebut dapat memengaruhi respons fisiologis, termasuk merangsang sistem saraf parasimpatis yang berkaitan dengan relaksasi. Sementara resonansi frekuensi tinggi dapat memunculkan stimulasi yang lebih dinamis. Lirik spiritual dan melodi meditatif juga dikaitkan dengan kondisi mental yang lebih tenang dan fokus ringan, serta potensi penurunan hormon stres.

Bagi Arief, memasuki dunia musik pada 2025 bukan semata mengejar angka atau popularitas. Ia menekankan orientasi pada “manfaat” dan warisan karya. Ia juga menyebut adanya validasi profesional dari Addie MS, yang sempat terkejut melihat transisi Arief dari gaya ballad-seriosa yang cenderung klasik menuju gaya easy listening yang tetap memiliki bobot teknis tinggi.

Arief menilai respons pendengar—misalnya mereka yang menggunakan lagunya untuk menenangkan diri saat terjebak kemacetan—sebagai dorongan utama untuk terus berkarya. Ia juga ingin kelak tidak hanya dikenal sebagai penyanyi balada yang lembut, tetapi turut kembali membawakan lagu-lagu nasional dengan vokal yang tegas dan berwibawa.

Sejumlah rencana ke depan telah disiapkan, mulai dari menjaga konsistensi profesionalisme sebagai penyanyi balada yang adaptif, mengumpulkan materi untuk album penuh dengan target 7–8 lagu, hingga menggelar konser mini agar lebih dekat dengan audiens. Ia juga berencana melakukan remake lagu-lagu populer dan lagu nasional dengan ciri khas vokalnya, serta mewujudkan impian kolaborasi dengan Barsena Bestandhi dan Andi Rianto.

Melalui “Jaga Aku Selamanya”, Arief MH menegaskan identitasnya sebagai penyanyi dengan “balada yang tebal” yang tetap lentur mengikuti nuansa, tanpa kehilangan jati diri. Setelah masa hibernasi panjang, ia melangkah dengan arah yang lebih jelas—menjadikan musik sebagai jembatan antara keresahan manusia dan upaya menemukan ketenangan spiritual.