BERITA TERKINI
BCA Ajukan Buyback Saham Maksimal Rp5 Triliun, Ini Agenda RUPST 2026

BCA Ajukan Buyback Saham Maksimal Rp5 Triliun, Ini Agenda RUPST 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengajukan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp5 triliun untuk dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (12/3/2026) pukul 14.00 WIB.

Dalam pengumuman resmi perseroan, BCA menyatakan jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari modal disetor. Setelah buyback dilaksanakan, porsi saham yang beredar di publik (free float) juga dipastikan tetap tidak kurang dari 7,5%.

Manajemen menyebut buyback ditujukan untuk mendukung stabilitas pasar modal Indonesia pada 2026, meningkatkan kepercayaan investor, serta memberikan tingkat pengembalian yang optimal bagi pemegang saham.

Pelaksanaan buyback direncanakan berlangsung selama 12 bulan sejak memperoleh persetujuan RUPST, kecuali jika perseroan memutuskan untuk mengakhiri program lebih awal dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. Buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia di pasar reguler dan dilaksanakan melalui perusahaan efek afiliasi, PT BCA Sekuritas.

Perseroan menilai rencana buyback tersebut tidak akan berdampak material terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan, posisi permodalan, maupun likuiditas perusahaan. Menurut BCA, hal itu didukung oleh kondisi bisnis perbankan yang masih menghasilkan laba dan arus kas yang kuat.

Selain membahas buyback, RUPST 2026 BCA juga memuat sejumlah agenda lain. Berdasarkan pemanggilan resmi RUPS, rapat akan membahas tujuh mata acara utama, termasuk persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penetapan penggunaan laba bersih termasuk pembagian dividen, serta penunjukan kantor akuntan publik untuk tahun buku 2026.

Agenda lainnya mencakup persetujuan penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, perubahan Anggaran Dasar Perseroan, serta penegasan berakhirnya masa jabatan dan pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris.

RUPST tersebut digelar di Menara BCA, Grand Indonesia, Jakarta. Sejumlah pelaku pasar mencermati rapat ini karena keputusan terkait dividen maupun buyback kerap menjadi sentimen bagi pergerakan saham BBCA.