BTS merilis album Arirang pada 20 Maret bersamaan dengan lagu utama berjudul “Swim”, menandai comeback mereka setelah hampir empat tahun vakum karena menjalani wajib militer. Perilisan ini segera menarik perhatian luas dan menjadi perbincangan di berbagai platform.
Di platform musik digital Melon, “Swim” disebut langsung melesat ke peringkat 1 Top 100 hanya satu jam setelah dirilis. Seluruh 14 lagu dalam album tersebut juga masuk ke tangga lagu. Sementara itu, menurut Hanteo Chart, album Arirang terjual lebih dari 1,1 juta kopi hanya dalam satu sore.
Video musik “Swim” juga mencatat capaian cepat di YouTube dengan lebih dari 10 juta penayangan dalam empat jam. Angka-angka tersebut menggambarkan kuatnya daya tarik BTS di tengah antusiasme penggemar atas kembalinya grup tersebut.
Album Arirang menjadi rilisan pertama BTS dalam hampir empat tahun dan berisi 14 lagu yang mengeksplorasi beragam emosi universal yang dialami para anggota, sekaligus mencerminkan identitas dan perjalanan grup. Tema “Arirang” dipaparkan sebagai refleksi citra warga Korea global dan superstar K-pop.
Album ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama menonjolkan posisi global BTS dengan energi yang kuat, sedangkan bagian kedua lebih berfokus pada emosi personal, seperti aspirasi, pergumulan batin, dan cinta.
Lagu pembuka “Body to Body” menggabungkan ritme kuat, drum tradisional, dan paduan suara yang disebut melambangkan akar Korea dari ketujuh anggota. Sementara itu, lagu ke-6 “No. 29” menonjol karena memadukan suara Lonceng Emille—harta nasional Korea ke-29—yang disebut berfungsi sebagai jembatan antara awal dan akhir album, sekaligus membangkitkan rasa ingin tahu pendengar tentang warisan budaya.
Adapun “Swim” digambarkan sebagai lagu pop alternatif yang membawa pesan ketekunan dan dorongan untuk terus maju di tengah tantangan hidup, sekaligus menyampaikan empati kepada pendengar.
Selain pencapaian musik, album dan penampilan di Gwanghwamun Square juga disebut menghasilkan manfaat ekonomi yang signifikan. Perhatian media internasional turut mengiringi comeback ini. BBC menyebut kembalinya BTS sebagai “kembalinya kekuatan budaya,” menilai kekuatan lunak Korea Selatan kembali berada di pusat panggung global. BBC juga menggambarkan konser di Gwanghwamun Square pada 21 Maret bukan sekadar pertunjukan, melainkan “upacara penyambutan nasional”.
The New York Times membandingkan comeback BTS dengan salah satu momen ikonik dalam sejarah musik pop, menyebutnya sebagai tantangan yang “hampir belum pernah terjadi sebelumnya sejak Elvis Presley, bintang terkemuka tahun 1950-an, kembali dari wajib militer.” Sementara itu, Forbes menyoroti posisi BTS dari perspektif industri dengan menyebut penjualan lebih dari 40 juta album serta rekor Guinness World Record mereka sebagai grup yang paling banyak diputar di Spotify.

