BERITA TERKINI
Burhanuddin Abdullah: Indonesia Jadi Pengimpor Banyak Barang dan Jasa, Prabowo Diminta Perkuat Implementasi Kebijakan

Burhanuddin Abdullah: Indonesia Jadi Pengimpor Banyak Barang dan Jasa, Prabowo Diminta Perkuat Implementasi Kebijakan

Presiden terpilih Prabowo Subianto dinilai menghadapi tantangan besar dalam lima tahun mendatang, di tengah kondisi Indonesia yang disebut telah menjadi negara pengimpor untuk berbagai barang dan jasa.

Pernyataan itu disampaikan Burhanuddin Abdullah, Dewan Penasihat Presiden Terpilih Prabowo Subianto, dalam acara UOB Economic Outlook 2025 pada Rabu (25/9/2024). Menurut Burhanuddin, agenda pemerintahan ke depan akan banyak berfokus pada persoalan yang bersifat strategis dan mendasar.

Burhanuddin mengatakan, setelah era reformasi, Indonesia menemukan dirinya sebagai “net importer of everything”, mulai dari pangan hingga manufaktur. Ia menilai upaya menghapus predikat sebagai negara pengimpor sebenarnya telah diupayakan oleh pemerintahan sebelumnya, namun hasilnya belum terwujud.

Ia mencontohkan target swasembada pangan yang kerap muncul dalam berbagai pidato dan telah tertuang dalam kebijakan. Namun, menurutnya, kendala utama berada pada kapasitas pelaksanaan di lapangan.

“Masalahnya adalah kita tidak punya kapasitas untuk mengimplementasikan, apakah itu anggarannya tidak ada atau apakah itu manusianya yang tidak siap mengerjakan itu,” kata Burhanuddin.

Ia menyebut pemerintahan Prabowo akan menekankan penguatan kapasitas implementasi, termasuk memastikan dukungan dari berbagai pihak agar kebijakan berjalan sesuai rencana. Burhanuddin menambahkan, langkah yang diperlukan antara lain menyiapkan anggaran yang memadai serta memilih orang-orang yang ahli di bidangnya untuk menjalankan program-program tersebut.