BERITA TERKINI
Dinda Kanya Dewi Dalami Karakter Laras di Film Horor "Kitab Sijjin dan Illiyyin"

Dinda Kanya Dewi Dalami Karakter Laras di Film Horor "Kitab Sijjin dan Illiyyin"

Jakarta — Aktris Dinda Kanya Dewi kembali tampil dalam film horor Kitab Sijjin dan Illiyyin karya sutradara Hadrah Daeng Ratu. Dalam film ini, Dinda memerankan Laras, karakter yang tidak hanya hadir sebagai sumber teror, tetapi juga menyimpan lapisan luka batin yang kompleks.

Dinda mengatakan Laras tumbuh dalam lingkungan keluarga yang membentuk kebencian dan amarah. Menurutnya, pengalaman mendalami karakter tersebut membuatnya melihat bagaimana perkataan dan perilaku orang tua dapat terekam oleh anak dan berdampak panjang.

“Ternyata sebagai orang tua, kalau kita tidak menjaga perkataan, apa yang kita lakukan di rumah, itu bisa direkam sama anak dan sangat berpengaruh buruk,” kata Dinda.

Meski Laras digambarkan sebagai tokoh antagonis, Dinda menilai karakter itu tidak bisa serta-merta dipahami sebagai “penjahat”. Ia mengaku menemukan sisi kemanusiaan Laras selama proses pendalaman peran, sekaligus menyadari konsekuensi dari tindakan yang berulang dalam keluarga.

“Aku jadi sadar, oh ternyata dampaknya bisa segitunya ya. Walaupun belum jadi ibu, aku merasa hukum tabur tuai itu nyata banget,” ujarnya.

Dinda juga menyinggung transformasi Laras yang disebutnya menjadi “anak gila” setelah mengalami pengaruh ibu yang toksik dalam cerita. Ia bahkan menyebut sosok sang ibu secara jenaka sebagai “Bu Gil, ibu gila.” Perubahan batin Laras dari korban menjadi pribadi penuh amarah menjadi salah satu tantangan utama dalam perannya.

Selain tantangan psikologis, Dinda mengungkap adanya tuntutan fisik selama syuting, termasuk adegan-adegan yang memerlukan kekuatan tubuh dan stamina.

“Adegan-adegan nempel, kayang, kesurupan, teriak-teriak, ya udahlah,” katanya sambil tertawa. “Kebetulan aku nge-gym tiga kali seminggu, jadi pas disuruh kayang sama Bu Hadra, ya oke lah.”

Film Kitab Sijjin dan Illiyyin dijadwalkan tayang pada 17 Juli 2025. Peran Laras yang dimainkan Dinda diproyeksikan menjadi salah satu elemen yang menonjol, baik dari sisi kedalaman emosional maupun intensitas adegannya.