BERITA TERKINI
Dokter Anak Jelaskan Cara Membentuk Pola Makan dan Tidur Teratur untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Dokter Anak Jelaskan Cara Membentuk Pola Makan dan Tidur Teratur untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Pola makan dan tidur yang teratur disebut berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, mulai dari aspek kecerdasan hingga pertumbuhan fisik. Dokter Spesialis Anak dr. Kanya Ayu Paramastri, SpA, menekankan bahwa penerapan aturan makan dan tidur menjadi kunci agar anak tumbuh optimal.

Dalam acara virtual “Baby Happy, Keluarga Happy”, dr. Kanya menjelaskan bahwa dasar dari tumbuh kembang anak adalah kebiasaan makan dan tidur yang benar. Menurutnya, ketika pola tersebut dibangun dengan baik, aspek lain pun akan lebih mudah mengikuti.

Untuk membentuk kebiasaan makan yang teratur, dr. Kanya menyarankan orang tua menerapkan jadwal makan dan menyusui secara konsisten, terutama pada bayi berusia di atas tiga bulan. Jadwal yang teratur dinilai dapat merangsang rasa lapar dan membantu bayi mengenali sinyal lapar dan kenyang dari tubuhnya.

Pada bayi berusia lebih dari enam bulan, orang tua dianjurkan membiasakan waktu makan maksimal 30 menit. Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak menjanjikan hadiah—termasuk susu atau es krim—sebagai syarat agar anak menghabiskan makanan.

Selain itu, anak disarankan dibiasakan makan di meja makan untuk meminimalkan distraksi. Pola pemberian makan dapat dilakukan setiap 2–3 jam, dengan jeda hanya air putih. Orang tua juga dapat memberi contoh dengan makan bersama, termasuk berinteraksi saat makan.

dr. Kanya menekankan agar anak tidak dipaksa makan untuk menghindari pengalaman yang dapat menimbulkan trauma. Jika waktu makan sudah mencapai 30 menit, orang tua disarankan menghentikan kegiatan makan, terutama ketika anak mulai menutup mulut atau menggelengkan kepala. Ia juga mengingatkan agar anak tidak makan sambil berjalan-jalan atau menatap gawai, karena hal itu dapat membuat anak makan tanpa sadar.

Terkait pemberian ASI atau susu formula, dr. Kanya menyampaikan agar pemberian dilakukan saat menjelang tidur atau setelah jam makan.

Selain pola makan, dr. Kanya juga membagikan cara membangun pola tidur yang efektif. Ia menilai orang tua perlu mengenalkan berbagai cara menidurkan anak sejak awal dan dilakukan secara bergantian agar tidak monoton. Contohnya, selain menggunakan stroller atau ayunan gantung, orang tua dapat mencoba menepuk-nepuk anak di kasur, atau meletakkan anak di bouncer maupun baby crib secara bergantian.

Ia mengingatkan agar orang tua menghindari cara menidurkan balita yang berpotensi menyulitkan di kemudian hari, seperti menggendong sambil mengayun, berjalan keliling rumah, atau menidurkan anak dengan cara berkeliling menggunakan mobil.

dr. Kanya juga menyarankan orang tua membiasakan anak tidur siang dan tidur malam. Ia menyebutkan, tidur siang yang teratur dapat membantu tidur malam tidak terganggu sehingga anak tidak mudah terbangun di tengah malam.

Menjelang tidur malam, orang tua dapat membangun rutinitas pengantar tidur, seperti membacakan buku, mematikan gawai, serta memutar musik yang membuat anak nyaman. Rutinitas ini disarankan dilakukan secara konsisten. dr. Kanya menambahkan, kegiatan pengantar tidur dapat dimulai sekitar pukul 8 malam, disertai pemberian ASI agar anak tidak terbangun karena lapar.