Malam takbiran 1 Syawal 1447 Hijriah di Kota Kediri diwarnai perpaduan kumandang takbir dan alunan musik tradisional melalui Festival Musik Patrol, Kamis malam (20/3). Kegiatan ini mengambil rute start dan finish di Balai Kota Kediri.
Ratusan peserta dari berbagai kelurahan hingga pelajar SMA/MA ikut ambil bagian dalam festival yang memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Kediri dengan total hadiah Rp50 juta. Para peserta menampilkan beragam konsep, memadukan alat musik tradisional seperti kentongan, beduk, gamelan, hingga hadroh, serta mengenakan kostum kreatif yang menarik perhatian masyarakat.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan malam takbiran merupakan momen istimewa bagi umat Muslim sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan. “Takbiran adalah wujud rasa syukur kita. Semoga seluruh amal ibadah selama Ramadan diterima dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya,” ujarnya.
Vinanda menegaskan Festival Musik Patrol tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga upaya melestarikan budaya yang dinilai mulai jarang ditemui di daerah lain. “Dulu, takbiran identik dengan musik tradisional seperti kentongan dan beduk. Hari ini, kita ingin budaya itu tetap hidup. Bahkan ke depan, kami harapkan festival ini bisa menjadi ikon Kota Kediri setiap Lebaran,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dan mengekspresikan diri, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong. “Ini bukan hanya tontonan, tapi juga momentum kebersamaan. Harapannya, ke depan bisa semakin meriah dan melibatkan lebih banyak peserta, termasuk para pemudik,” ujarnya.
Penyelenggaraan tahun ini disebut mengalami peningkatan jumlah peserta dengan bertambahnya keterlibatan pelajar SMA dan MA, melengkapi partisipasi dari puluhan kelurahan di Kota Kediri.
Sementara itu, Lurah Ngadirejo Heru Sugiarto menyampaikan timnya melakukan persiapan dalam waktu singkat namun tetap maksimal. Ia menyebut timnya terdiri dari 15 pemain musik dan dua pembawa banner yang sebagian besar merupakan anggota Karang Taruna. “Kami memadukan gamelan, kentongan, dan hadroh. Memang butuh penyesuaian karena tidak semua terbiasa dengan musik tradisional, tapi teman-teman sangat antusias belajar,” ujarnya.
Heru berharap festival ini dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap musik tradisional. Festival Musik Patrol pun menjadi bagian dari perayaan malam takbiran sekaligus simbol komitmen Kota Kediri dalam menjaga warisan budaya dan membangun identitas tradisi Lebaran yang khas.

