WONOGIRI—Paguyuban Keluarga Manyaran di Jakarta (PKMJ) menggelar halalbihalal pada Minggu siang (22/3/26) di Balai Desa Karanglor, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kegiatan keluarga besar kaum boro (perantau) tersebut dimeriahkan hiburan musik campursari dan dilanjutkan pada malam hari dengan pagelaran wayang kulit.
Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam acara ini, di antaranya Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Camat Manyaran Toto Tri Mulyarto beserta jajaran Forkopimcam Manyaran, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Mulyadi, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Polres Wonogiri melalui Polsek Manyaran menerjunkan personel pengamanan sejak pagi. Pengamanan dilakukan mulai dari pengaturan arus kedatangan tamu, sterilisasi lokasi, hingga pengawasan selama rangkaian acara berlangsung.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo menyampaikan, Kapolsek Manyaran AKP Parji memimpin langsung pengamanan dengan melibatkan prajurit TNI dari Koramil Manyaran serta aparat terkait. Menurut AKP Anom, pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, sambutan-sambutan, serta tausyiah tentang makna halalbihalal. Panitia juga melakukan pemotongan tumpeng, menyalurkan santunan kepada anak yatim, dan memberikan bantuan kepada warga kurang mampu. Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Amerto Binangun.
Pagelaran wayang kulit tersebut juga dimaksudkan sebagai upaya nguri-uri atau melestarikan budaya adiluhung peninggalan nenek moyang. Kecamatan Manyaran dikenal memiliki wisata budaya Kampoeng Wayang, yang terkait dengan banyaknya warga menekuni kerajinan tata sungging wayang, seperti yang dilakukan penduduk Desa Kepuhsari.
Dalam sambutannya, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyebut halalbihalal PKMJ sebagai momentum penting untuk mempererat silaturahmi sesama perantau, sekaligus memperkuat hubungan dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
AKP Anom menambahkan, kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak peserta, terlebih pada momentum hari libur Lebaran, memerlukan pengamanan terpadu agar situasi tetap kondusif. Ia menegaskan sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.
Halalbihalal Keluarga Besar PKMJ merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap Lebaran Idul Fitri, bersamaan dengan kepulangan para perantau saat mudik ke kampung halaman.

