BERITA TERKINI
Hari Musik Nasional, Musisi Surabaya Manfaatkan Momentum untuk Serukan Perdamaian Dunia

Hari Musik Nasional, Musisi Surabaya Manfaatkan Momentum untuk Serukan Perdamaian Dunia

Peringatan Hari Musik Nasional yang jatuh setiap 9 Maret dinilai tidak lagi sekadar menjadi ajang merayakan kreativitas seni. Di tengah meningkatnya eskalasi konflik global, momen ini dipandang sebagai ruang solidaritas untuk menyuarakan pesan perdamaian dan kemanusiaan melalui musik.

Komunitas Sahabat Indonesia Satu turut menggaungkan pandangan bahwa musik merupakan bahasa universal. Musik disebut bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana yang mampu melampaui perbedaan budaya, agama, hingga batas antarnegara, untuk memperkuat visi persaudaraan.

Secara historis, penetapan Hari Musik Nasional merujuk pada hari kelahiran WR Supratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Warisan semangat nasionalisme dari sang maestro dinilai masih relevan dalam menghadapi tantangan perpecahan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pendiri Sahabat Indonesia Satu, Sastra Harijanto Tjondrokusumo, menilai musik memiliki kekuatan emosional yang besar untuk menjembatani beragam latar belakang masyarakat. Ia juga menyoroti karya musik yang kerap menjadi katalisator dalam membangun empati, termasuk terhadap korban perang.

“Dalam situasi konflik global yang memanas, kita harus berani melupakan kepentingan golongan. Kepentingan bangsa perlu dinomorsatukan demi mewujudkan perdamaian di negara ini,” ujar Sastra, yang akrab disapa Harry, Sabtu (14/3/2026).

Menurut Harry, hal tersebut terlihat dari masifnya gerakan komunitas musik di Indonesia yang menggelar diskusi, pertunjukan, hingga kampanye digital bertema kemanusiaan. Fokusnya adalah membangkitkan kesadaran sosial bahwa lirik dan melodi dapat menjadi sarana kampanye perdamaian yang efektif.

Ia berharap Hari Musik Nasional tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. “Hari Musik Nasional diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan semata. Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa melalui seni, harapan akan dunia yang damai dan bersatu tetap bisa dirajut,” katanya.