Pesepakbola asal Brasil, Jorginho Frello, meluapkan kemarahannya di media sosial setelah keluarganya mengalami insiden yang ia sebut tidak menyenangkan saat berada di sebuah hotel di São Paulo, Brasil.
Mantan pemain Arsenal itu mengecam penyanyi pop Amerika Serikat Chappell Roan beserta tim keamanannya, menyusul dugaan perlakuan kasar terhadap putrinya, Ada Law, yang berusia 11 tahun. Insiden tersebut terjadi ketika istri Jorginho, Catherine Harding, bersama putri mereka tengah bersiap menghadiri festival musik Lollapalooza Brazil pada akhir pekan lalu.
Menurut penuturan Jorginho, keluarganya kebetulan menginap di hotel yang sama dengan pelantun lagu “Hot To Go!” tersebut. Ia menyebut putrinya merupakan penggemar Roan dan sempat membuat poster khusus untuk dibawa ke konser. Namun, kegembiraan itu berubah menjadi pengalaman yang membuat sang anak trauma setelah pertemuan singkat di ruang makan hotel.
Dalam unggahan panjang di Instagram Story, Jorginho menjelaskan bahwa saat sarapan, Roan berjalan melewati meja tempat istrinya dan anaknya duduk. Putrinya, kata dia, hanya menoleh untuk memastikan sosok yang dilihatnya benar sang idola, tersenyum, lalu kembali duduk tanpa mendekat, berbicara, atau meminta apa pun.
Jorginho menuturkan situasi kemudian berubah ketika seorang penjaga keamanan bertubuh besar mendatangi meja mereka. Ia mengklaim pengawal tersebut berbicara dengan nada agresif dan menuduh anaknya bersikap tidak sopan serta melakukan pelecehan terhadap privasi Roan.
“Jujur, saya tidak tahu di titik mana hanya berjalan melewati meja dan melihat apakah seseorang ada di sana bisa dianggap sebagai pelecehan. Dia (penjaga keamanan) bahkan mengancam akan melaporkan mereka ke pihak hotel, sementara putri saya duduk di sana sambil menangis tersedu-sedu. Putri saya sangat terguncang,” tulis Jorginho, dikutip Senin, 23 Maret.
Jorginho menegaskan ia memahami batas antara privasi figur publik dan kekaguman penggemar. Namun, ia menilai reaksi dari pihak Roan sudah melampaui batas, terutama karena yang menjadi sasaran adalah anak kecil yang menurutnya hanya mengagumi dari jauh.
“Sangat menyedihkan melihat perlakuan seperti ini datang dari mereka yang seharusnya memahami pentingnya penggemar. Pada akhirnya, merekalah yang membangun semua ini. Saya sangat berharap ini menjadi momen refleksi. Tidak ada yang boleh mengalami hal ini, terutama seorang anak kecil,” ujarnya.
Ia juga menutup unggahannya dengan pernyataan keras: “Tanpa penggemarmu, kamu bukan apa-apa. Dan bagi para penggemar, dia tidak layak mendapatkan kasih sayang kalian.”

