Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) menyatakan akan ikut serta dan memfasilitasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) khusus bagi disabilitas intelektual yang dijadwalkan berlangsung di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 13–17 Oktober 2026. Dukungan juga diarahkan untuk ajang kompetisi bertaraf internasional yang akan digelar di Chili pada 2027.
Wakil Menteri Hukum Mugianto mengatakan pemerintah akan terus memberikan dukungan terhadap agenda tersebut. “Ini kemajuan luar biasa sejak pemerintahan sebelumnya. Pemerintah akan selalu memberikan dukungan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 16 Maret 2026.
Mugianto turut mengapresiasi kebijakan Gubernur NTT Melkiades Lakalena yang memfasilitasi penyelenggaraan even olahraga Special Olympic di NTT. Ia menyebut kementeriannya akan menggalang dukungan dari berbagai sektor, termasuk pemerintah dan swasta, serta mendorong penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.
Dalam keterangannya, Mugianto juga menyinggung Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas yang dinilai telah menggeser paradigma dari pendekatan karitatif menjadi berbasis hak asasi manusia. Ia menegaskan hak penyandang disabilitas setara dengan warga lainnya dan negara bertanggung jawab melindungi serta memenuhi hak mereka.
Sebelumnya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria juga disebut telah menyatakan dukungan untuk menyukseskan Special Olympic di NTT serta agenda internasional di Chili. Ajang internasional tersebut, Special Olympics World Summer Games (SOWSG), dijadwalkan berlangsung di Santiago, Chile, pada 12–26 Oktober 2027.
Untuk mendukung kesuksesan kedua kegiatan itu, Special Olympic Indonesia (SOina) sebagai anggota Special Olympics Internasional berencana menggelar gala dinner pada Mei 2026 di Aula RRI Jakarta. Kegiatan tersebut disebut bertujuan menggalang dana sekaligus memperkenalkan potensi atlet bertalenta khusus kepada publik.

