BERITA TERKINI
KONI Sumbar Evaluasi Pelatprov Selama Ramadan, Siapkan Penyesuaian Program Latihan

KONI Sumbar Evaluasi Pelatprov Selama Ramadan, Siapkan Penyesuaian Program Latihan

PADANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) sebagai bagian dari persiapan atlet menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan.

Monitoring dilakukan dengan turun langsung ke sejumlah lokasi latihan untuk memastikan program pembinaan tetap berjalan selama Ramadan. Dalam Pelatprov saat ini, KONI Sumbar melibatkan 153 atlet dan 50 pelatih yang terbagi dalam empat kategori pembinaan, yakni andalan, prioritas, potensial, dan binaan khusus.

Untuk memaksimalkan evaluasi, tim monitoring dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan karakter cabang olahraga, yaitu cabang olahraga bela diri, olahraga terukur atau akurasi, serta olahraga permainan.

Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr. Septri, menyampaikan bahwa kegiatan monev bertujuan memastikan program latihan tetap berjalan optimal meski atlet menjalani latihan di tengah bulan puasa. Ia mengatakan, dari pemantauan di lapangan ditemukan sejumlah hal yang perlu disesuaikan agar program latihan tetap maksimal.

“Tim monev sudah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi latihan para atlet selama Ramadan. Dari pemantauan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dilakukan penyesuaian agar program latihan tetap berjalan maksimal,” ujar Septri.

Menurut Septri, hasil monitoring akan segera ditindaklanjuti melalui penyusunan regulasi dan langkah teknis untuk meningkatkan efektivitas latihan. Ia menargetkan penyesuaian tersebut dapat diterapkan pada bulan berikutnya.

“Kita akan menyiapkan regulasi dan langkah-langkah penyesuaian dari hasil evaluasi di lapangan. Harapannya, pada bulan depan seluruh penyesuaian ini sudah bisa diterapkan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Dr. Risky Syahputra, menegaskan monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dari sistem pembinaan atlet. Ia menyebut evaluasi menjadi dasar untuk menyesuaikan program latihan, mulai dari metode, jadwal latihan, hingga kondisi fisik atlet selama Ramadan.

“Monitoring ini menjadi bahan evaluasi untuk memastikan program latihan tetap berjalan efektif. Kita ingin seluruh atlet Pelatda tetap berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai agenda kompetisi,” kata Risky.

Risky menambahkan, hasil monitoring akan menjadi acuan bagi KONI Sumbar dalam memperkuat sistem pembinaan guna mendukung pencapaian target prestasi olahraga Sumatera Barat.