Industri seni pertunjukan di Vietnam menunjukkan tanda-tanda positif seiring maraknya konser dan festival musik berskala besar sejak awal tahun. Sejumlah acara cepat menciptakan suasana meriah, di antaranya HOZO City Tet Fest dan Thunder Arena yang menghadirkan ruang festival memukau, deretan artis terkenal, serta ragam gaya musik.
Setelah rangkaian perayaan tersebut, konser yang digelar berbagai merek besar terus menjaga antusiasme publik. Acara-acara ini umumnya menggabungkan banyak artis populer dan menonjolkan dukungan produksi seperti sistem panggung, suara, dan pencahayaan yang semakin canggih.
Di luar konser kolaboratif berskala besar, konser solo dari musisi Vietnam juga kian mendapat perhatian. Pertunjukan langsung dari artis seperti Hoang Dung dan Phung Khanh Linh menjadi contoh bagaimana musisi domestik mulai membangun merek musik mereka sendiri dan mampu menarik penonton dalam jumlah besar. Sejumlah konser tidak lagi disajikan sebagai pertunjukan sederhana, melainkan dirancang sebagai “perjalanan musik” dengan alur cerita yang jelas dan pengalaman visual, mendekati model konser internasional.
Ke depan, pasar seni pertunjukan diperkirakan masih berpotensi mengalami “ledakan” baru karena banyak konser berskala besar telah diumumkan. Salah satunya, musim kedua program “Brother Says Hi” yang menggelar pertunjukan besar di Stadion Nasional My Dinh. Sementara itu, Hari ke-9 musim pertama rangkaian konser “Brother Says Hi” juga bersiap kembali, menunjukkan daya tarik program musik yang digarap dengan investasi kuat.
Keberlanjutan penyelenggaraan konser besar dinilai mencerminkan perubahan kebiasaan menikmati musik di kalangan penonton Vietnam. Jika sebelumnya publik lebih banyak mendengarkan musik melalui platform daring atau program televisi, kini pengalaman menonton langsung di konser menjadi tren. Penonton, terutama anak muda, disebut semakin bersedia mengeluarkan uang untuk menghadiri acara musik besar demi merasakan atmosfer, berinteraksi dengan komunitas penggemar, dan bertemu idola secara langsung.
Dari sisi industri, peningkatan jumlah konser berskala besar menunjukkan perkembangan pasar menuju profesionalisme yang lebih tinggi. Penyelenggara semakin menaruh perhatian pada aspek produksi, mulai dari desain panggung dan efek visual hingga kualitas suara dan pencahayaan. Kolaborasi dengan merek besar turut mendorong peningkatan skala dan mutu program, sekaligus menyediakan dukungan finansial untuk menghadirkan pertunjukan yang lebih spektakuler.
Konser musik juga dinilai membawa nilai ekonomi yang signifikan di luar hiburan. Acara besar kerap memicu kenaikan permintaan pada sektor pariwisata, akomodasi, makanan, transportasi, dan layanan terkait lainnya, sehingga ikut menggerakkan industri pendukung. Situasi ini membuka peluang bagi artis, produser, dan promotor untuk memperluas pasar sekaligus membangun ekosistem industri musik secara bertahap.
Dengan momentum yang ada, tahun 2026 diperkirakan menjadi periode yang menonjol bagi konser dan festival musik. Seiring penonton yang semakin terbuka terhadap pengalaman musik langsung serta peningkatan kualitas program oleh artis dan penyelenggara, industri seni pertunjukan Vietnam dinilai memiliki dasar kuat untuk memasuki fase perkembangan yang lebih dinamis dan profesional.

