Seorang konten kreator eksplor bernama Esya melakukan penelusuran ke sebuah sekolah terbengkalai yang diduga sudah tidak digunakan sekitar 10 tahun. Dalam siaran langsung di akun TikTok-nya, Esya menggambarkan bangunan itu masih tampak kokoh dan relatif utuh dibandingkan lokasi-lokasi terbengkalai lain yang biasa ia datangi. Ia menyebut sekolah tersebut diduga merupakan bangunan peninggalan era Kolonial Belanda.
Esya memasuki area sekolah dengan memanjat pagar yang sudah keropos. Ia mengatakan saat itu waktu menunjukkan pukul 00.00. Pintu utama sekolah tampak tergembok dan berkarat, sementara ia menemukan akses masuk melalui pintu belakang yang tidak terkunci. Di bagian depan juga terlihat plang bertuliskan “S A 5”, dengan huruf “M” yang seharusnya membentuk “SMA” disebut telah terlepas karena bangunan tidak terurus.
Di tengah penelusuran, Esya dan penonton siaran langsung mengaku mendengar suara aneh dari lantai dua, yang oleh sebagian pengikutnya disebut mirip dentingan piano. Sejumlah komentar di siaran langsung juga menyinggung rumor tentang sekolah tersebut, termasuk cerita mengenai “noni Belanda” dan anggapan bahwa bangunan itu dianggap angker hingga investor enggan membelinya.
Esya kemudian melanjutkan penelusuran ke dalam gedung dan menuju lantai dua untuk mencari sumber suara. Dalam siaran itu, ia memperlihatkan kondisi lorong sekolah yang berdebu dan dipenuhi sarang laba-laba. Pada bagian berikutnya, narasi siaran menggambarkan kemunculan sosok yang disebut bernama Charlotte von Desse, yang dikaitkan dengan suara piano dari ruang musik.
Dalam cerita yang disampaikan, Charlotte mengantar Esya menuju ruang musik yang disebut terkunci, namun kemudian dapat diakses. Di dalam ruangan, terdapat alat musik tua dan perangkat suara yang disebut berasal dari kisaran akhir 2000-an hingga awal 2010-an, selaras dengan dugaan lama bangunan ditinggalkan. Esya juga menyoroti sebuah piano yang masih utuh dan menghasilkan bunyi yang jernih saat dimainkan.
Narasi kemudian berlanjut pada pengakuan Charlotte mengenai latar belakangnya, termasuk keinginan menjadi pianis yang tidak direstui ayahnya. Dalam cerita itu, Charlotte menyebut dirinya pergi dari rumah dan tinggal di ruang musik, sebelum akhirnya dibunuh oleh orang-orang yang disebut sebagai suruhan ayahnya. Pernyataan tersebut sekaligus membantah rumor yang beredar bahwa ia meninggal karena bunuh diri akibat ditolak cintanya.
Puncak kejadian terjadi saat lantai ruang musik yang rapuh diinjak Esya hingga menimbulkan retakan. Dari bagian lantai itu, ditemukan sebuah kerangka yang diperkirakan berjenis kelamin perempuan. Setelah penemuan tersebut, siaran eksplorasi disebut dihentikan sementara.
Esya kemudian menghubungi pihak terkait untuk proses evakuasi jasad, yang selanjutnya disebut akan dikebumikan secara layak. Sementara itu, kisah yang berkembang dalam siaran menggambarkan Charlotte menghilang setelah jasadnya ditemukan, meninggalkan pesan bahwa Esya dipilih karena dianggap tulus membantu.

