Ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel selama ini tidak hanya menjadi perhatian dalam dunia politik, tetapi juga kerap menginspirasi film dan serial televisi. Konflik, operasi intelijen, hingga drama kemanusiaan di Timur Tengah sering diangkat menjadi cerita yang menegangkan sekaligus menawarkan sudut pandang berbeda bagi penonton.
Memanasnya situasi perang Iran vs AS–Israel pada awal 2026 turut membuat sebagian orang kembali mencari tontonan yang menggambarkan konflik serupa. Tema yang diangkat umumnya berkisar pada strategi, pengkhianatan, serta dilema moral yang dihadapi para agen intelijen dalam operasi rahasia.
Berikut lima film dan serial yang menampilkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dengan balutan thriller politik dan spionase.
1. Homeland (2011–2020)
Serial thriller politik ini mengikuti Carrie Mathison, agen CIA yang dikenal cerdas namun berjuang dengan gangguan bipolar. Kisah bermula saat Nicholas Brody, seorang marinir Amerika, pulang setelah delapan tahun ditahan kelompok teroris Al-Qaeda. Saat banyak pihak menyambutnya sebagai pahlawan, Carrie justru mencurigai Brody telah direkrut menjadi teroris. Ia kemudian mengawasi Brody secara diam-diam, sementara situasi kian rumit ketika muncul keterikatan emosional. Di sisi lain, Saul Berenson berupaya menjaga keseimbangan antara keamanan nasional dan kondisi mental Carrie.
2. Tehran (2020)
Serial mata-mata ini berpusat pada Tamar Rabinyan, agen Mossad sekaligus peretas yang ditugaskan dalam misi rahasia di Teheran. Targetnya adalah melumpuhkan sistem pertahanan udara Iran agar serangan terhadap fasilitas nuklir dapat dilakukan lebih mudah. Namun rencana tidak berjalan mulus ketika identitas Tamar terbongkar dan ia harus bersembunyi di tengah kota. Tamar juga diburu agen intelijen Iran yang dipimpin Faraz Kamali, dalam alur yang menonjolkan ketegangan serta gambaran kehidupan di Teheran dari berbagai sudut pandang.
3. The Operative (2019)
Film ini mengisahkan Rachel, agen Mossad yang menyamar sebagai guru bahasa Inggris di Teheran. Ia mendapat misi mendekati Farhad, pria yang memiliki kaitan dengan program nuklir Iran. Operasi awal berjalan lancar hingga Rachel mulai menjalin kedekatan emosional dengan targetnya, yang kemudian justru membahayakan misi. Ketika Rachel tiba-tiba menghilang, mantan mentornya menelusuri jejaknya melalui rangkaian kilas balik dari masa pelatihan hingga operasi rahasia yang pernah dijalani.
4. Munich (2005)
Film garapan Steven Spielberg ini mengangkat operasi balasan Israel setelah tragedi Munich massacre. Cerita berfokus pada Avner Kaufman yang memimpin tim kecil untuk melacak dan menarget orang-orang yang dianggap bertanggung jawab atas pembantaian atlet Israel pada Olimpiade Munich 1972. Seiring misi berjalan, para anggota tim mulai mempertanyakan apakah balas dendam benar-benar menghadirkan keadilan. Film ini menampilkan spionase sekaligus menyoroti trauma, paranoia, dan dampak psikologis dari konflik berkepanjangan.
5. The Red Sea Diving Resort (2019)
Film ini diangkat dari kisah nyata tentang operasi rahasia agen Mossad untuk menyelamatkan ribuan pengungsi Yahudi dari Ethiopia. Dalam operasi tersebut, para agen menyamar sebagai pengelola resor wisata di Sudan. Di balik aktivitas pariwisata yang tampak biasa, mereka menjalankan misi penyelundupan besar-besaran melalui jalur laut. Cerita ini menggambarkan cara operasi intelijen dapat berlangsung secara tak terduga, sekaligus menampilkan risiko besar yang dihadapi para agen di lapangan.
Film dan serial bertema konflik Timur Tengah kerap tidak hanya menonjolkan aksi militer atau spionase, tetapi juga menghadirkan dilema moral, tekanan psikologis, serta dampak kemanusiaan dari pertarungan geopolitik. Bagi penonton yang menyukai kisah penuh strategi, intrik politik, dan operasi rahasia, daftar di atas dapat menjadi pilihan tontonan.

