Serial boys’ love (BL) berjudul Soul Mate menjadi perbincangan di media sosial sejak tayang di Netflix pada Kamis (14/5/2026). Serial delapan episode ini mengisahkan pertemuan takdir antara Ryu (Hayato Isomura), mantan atlet hoki asal Jepang, dan Johan (Ok Taec Yeon), petinju dari Korea Selatan.
Keduanya bertemu saat sama-sama berada dalam fase hidup yang diliputi kesepian serta trauma masa lalu. Alih-alih menonjolkan romansa yang meledak-ledak, Soul Mate hadir dengan gaya bercerita yang lebih tenang dan kontemplatif, namun tetap menyentuh emosi penonton.
Bagi penonton yang menyukai kedalaman cerita dan estetika visual serupa, ada sejumlah film dan serial lain yang menawarkan nuansa reflektif dengan fokus pada perjalanan batin karakter. Berikut lima rekomendasi yang kerap dinilai sejalan dengan atmosfer Soul Mate.
1. More Than Words (2022)
Rekomendasi pertama datang dari karya sutradara Shunki Hashizume berjudul More Than Words. Serial ini mengikuti kisah tiga sahabat sejak masa sekolah: Mieko (Fujino Ryoko), Makio (Aoki Yuzu), dan Eiji (Nakagawa Daisuke). Hubungan mereka berubah menjadi lebih kompleks ketika Eiji menyadari perasaannya terhadap Makio.
Di tengah perubahan itu, Mieko berupaya tetap mendukung keduanya, meski mereka harus berhadapan dengan tekanan sosial dan ekspektasi keluarga. Kekuatan serial ini terletak pada alur yang terasa realistis seperti potongan kehidupan sehari-hari, didukung visual sinematik dengan suasana intim. Tema penerimaan diri dan perubahan relasi manusia dari waktu ke waktu menjadi benang merah yang membuatnya dekat dengan Soul Mate.
2. Lost in the Woods (2025)
Lost in the Woods menawarkan pendekatan yang lebih sunyi tanpa mengandalkan konflik berlebihan. Serial ini berfokus pada perjalanan emosional tokoh yang kehilangan arah, dengan latar alam terbuka yang hijau serta suasana pedesaan—termasuk area perkebunan dan kamp gajah—yang membangun atmosfer pemulihan.
Cerita berpusat pada Fifa (Ton Tonhon Tantivejakul), pemuda 18 tahun yang terpaksa bekerja di perkebunan neneknya setelah gagal meraih beasiswa ke Jepang. Di sana, ia bertemu Hem (Arm Varot Makaduangkeo), penjaga hutan pendiam yang usianya lebih dewasa. Perbedaan latar belakang keduanya perlahan berubah menjadi ikatan hangat yang menjadi ruang penyembuhan bagi luka batin masing-masing.
3. Spoiler Alert (2022)
Untuk pilihan dari Hollywood, Spoiler Alert diangkat dari memoar Michael Ausiello yang menceritakan perjalanan cinta selama 13 tahun bersama pasangannya. Film ini menyoroti hubungan Michael (Jim Parsons), seorang jurnalis pemalu, dengan Kit (Ben Aldridge), fotografer yang menjadi pasangannya.
Hubungan mereka yang semula berjalan ceria diuji ketika Kit didiagnosis kanker terminal. Meski membawa tema berat, sutradara Michael Showalter menyajikannya dengan sentuhan humor hangat, termasuk penggunaan gaya ala sitkom klasik untuk menggambarkan masa kecil tokoh utama. Film ini menawarkan pengalaman emosional tentang cinta yang bertahan di tengah ujian, dengan nuansa getir yang tetap terasa indah.
4. The Eighth Sense (2023)
Sekilas tampak seperti romansa kampus, The Eighth Sense menghadirkan kedalaman cerita yang menonjol, terutama dalam tema kesehatan mental dan dukungan emosional. Serial Korea Selatan ini menampilkan visual bernuansa film independen yang estetik sekaligus melankolis.
Kisah dimulai saat Kim Ji Hyun (Oh Jun Taek), mahasiswa baru yang lugu, pindah ke Seoul dan bergabung dengan klub selancar. Ia kemudian bertemu senior populer Seo Jae Won (Lim Ji Sub), sosok yang terlihat sempurna di mata banyak orang, namun diam-diam bergulat dengan depresi berat dan trauma masa lalu. Hubungan keduanya berkembang lebih dalam dari sekadar pertemanan, menjadi proses saling menguatkan di tengah pencarian jati diri.
5. I Carry You with Me (2020)
I Carry You with Me menutup daftar rekomendasi dengan kisah nyata pasangan asal Meksiko yang mendapat apresiasi tinggi di Festival Film Sundance. Film ini berfokus pada Iván (Armando Espitia), calon koki sekaligus seorang ayah, yang menjalin kasih dengan Gerardo (Christian Vázquez).
Karena lingkungan yang tidak mendukung dan keterbatasan ekonomi, Iván memutuskan merantau ke Amerika Serikat demi kehidupan yang lebih baik. Film ini memadukan elemen fiksi drama dengan potongan dokumenter asli dari pasangan tersebut, menghasilkan dampak emosional yang kuat. Perjalanan panjang keduanya mengajak penonton merenungkan makna kesetiaan meski harus dipisahkan jarak dan waktu.
Kelima judul di atas menunjukkan bahwa kisah bertema BL dapat melampaui romansa semata, dengan penekanan pada sisi kemanusiaan, trauma, pemulihan, serta pencarian makna dalam hubungan. Bagi penonton yang masih terbawa suasana setelah menuntaskan Soul Mate, rekomendasi ini dapat menjadi pilihan untuk melanjutkan pengalaman menonton dengan nuansa reflektif yang serupa.