Tembalang, Semarang (14/12/2022) — Mahasiswa peserta Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan penyuluhan bertema “Gerakan Masyarakat Sadar Stunting” bagi ibu bayi dan balita di Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
Stunting atau gagal tumbuh merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan asupan gizi secara kronis, yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada proses tumbuh kembang anak apabila tidak ditangani dengan tepat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, prevalensi balita stunting di Kecamatan Banyumanik per Oktober 2022 tercatat 1,496%, dengan jumlah 1.423 balita stunting dari total 95.057 balita. Di kelurahan Padangsari sendiri dilaporkan terdapat 18 kasus stunting pada bayi dan balita.
Hasil observasi lapangan menyebutkan bahwa kesadaran dan pengetahuan masyarakat di Kelurahan Padangsari terkait stunting masih tergolong rendah. Kondisi tersebut mendorong perlunya program edukasi dan penyuluhan di masyarakat untuk meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Program penyuluhan “Gerakan Masyarakat Sadar Stunting” dilaksanakan dengan media leaflet dan menyasar 16 ibu bayi dan balita yang terdaftar di Posyandu Flamboyan dan Posyandu Dahlia, Kelurahan Padangsari. Kegiatan berlangsung pada 14–17 Desember 2022, dilakukan secara door to door maupun tatap muka saat kegiatan posyandu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian pre-test kepada peserta, dilanjutkan penyuluhan mengenai stunting, sesi tanya jawab, serta ditutup dengan pengisian post-test menggunakan soal yang sama. Dari hasil pre-test, nilai rata-rata pengetahuan peserta tercatat 3,7. Setelah penyuluhan, nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 5.
Peningkatan nilai tersebut menunjukkan adanya kenaikan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan. Penyelenggara berharap peningkatan pemahaman ini dapat menjadi dasar bagi masyarakat, khususnya kelompok sasaran, untuk lebih waspada terhadap stunting serta mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan gizi anak sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan stunting.