BERITA TERKINI
Menaker Yassierli: Program Mudik Pekerja Cerminkan Kepedulian Perusahaan terhadap Kesejahteraan

Menaker Yassierli: Program Mudik Pekerja Cerminkan Kepedulian Perusahaan terhadap Kesejahteraan

JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan bahwa program mudik pekerja perlu dipandang perusahaan sebagai bagian dari upaya memanusiakan pekerja, bukan sekadar agenda tahunan menjelang hari raya.

Menurut Yassierli, mudik tidak hanya berkaitan dengan perjalanan pulang kampung, tetapi juga tentang kerinduan yang ditunggu, keluarga yang ingin ditemui, serta ketenangan yang dibawa setelah setahun bekerja keras.

Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli saat melepas keberangkatan 1.431 pekerja dalam program mudik bersama di kantor pusat PT Panasonic Manufacturing Indonesia, Jakarta Timur, Kamis (19/3/2026). Dalam program itu, disiapkan 25 armada bus untuk mengantarkan para pekerja pulang ke kampung halaman menjelang Idulfitri.

Yassierli menilai inisiatif mudik pekerja menjadi bukti nyata hubungan industrial yang sehat. Ia mengatakan hubungan baik antara pengusaha dan pekerja tidak hanya dibangun melalui aturan formal, melainkan juga lewat kepedulian konkret terhadap kesejahteraan pekerja.

“Mudik pekerja adalah wujud nyata perhatian manajemen terhadap kesejahteraan mereka. Kita ingin praktik ini menjadi role model bagi perusahaan lain di Indonesia. Sinergi yang baik antara pengusaha dan pekerja adalah kunci menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan produktivitas,” ujar Yassierli.

Ia juga menegaskan bahwa perhatian kepada pekerja menjelang hari raya memiliki makna lebih besar daripada sekadar penyediaan fasilitas transportasi. Bagi pekerja, mudik menjadi momen penting untuk kembali ke keluarga dengan rasa aman dan dihargai. Sementara bagi perusahaan, langkah tersebut dinilai sebagai cara merawat kepercayaan sekaligus memperkuat hubungan dengan pekerja.

“Perusahaan yang ingin tumbuh berkelanjutan tidak bisa hanya melihat pekerja sebagai bagian dari proses produksi. Di balik target dan angka-angka bisnis, ada manusia yang bekerja untuk menghidupi keluarga dan ingin merayakan hari raya dengan layak,” katanya.