Novel klasik Wuthering Heights karya Emily Brontë berkali-kali diadaptasi ke film maupun serial, dengan ragam pendekatan—dari yang menekankan atmosfer gotik, ketepatan dialog, hingga pembacaan ulang yang menyoroti isu sosial. Berikut 10 adaptasi yang kerap disebut menonjol, beserta ciri khasnya.
1. Wuthering Heights (1939)
Disutradarai William Wyler, film ini kerap dinilai sebagai salah satu adaptasi paling gotik. Meski hanya merangkum sekitar setengah materi dari sumber aslinya, Wyler dianggap berhasil membangun atmosfer puitis sekaligus mencekam. Performa Laurence Olivier sebagai Heathcliff turut memperkuat sosok karakter yang muram dan penuh rahasia.
2. Wuthering Heights (2011)
Andrea Arnold menghadirkan pendekatan yang tidak biasa, termasuk memilih aktor kulit hitam James Howson dan Solomon Glave untuk memerankan Heathcliff. Versi ini lebih bertumpu pada mood dan atmosfer ketimbang dialog, sekaligus menonjolkan isu rasisme dan kesenjangan sosial. Karena pilihan estetik dan temanya, adaptasi ini kerap disebut sebagai salah satu yang paling liar.
3. Wuthering Heights (2009)
Diproduksi BBC dalam format miniseri dua episode dan disutradarai Coky Giedroyc, adaptasi ini dinilai cukup akurat. Daya tarik utamanya terletak pada chemistry Tom Hardy sebagai Heathcliff dan Charlotte Riley sebagai Catherine, yang menampilkan sisi destruktif hubungan keduanya.
4. Wuthering Heights (1967)
Di bawah arahan Peter Sasdy, versi ini dipuji karena mempertahankan dialog Brontë yang tajam dan puitis sehingga terasa mendekati akurat. Performa para aktor juga disebut mempertegas nuansa horor yang kerap tertutupi ketika kisah Heathcliff dan Catherine terlalu dirayakan secara romantis.
5. Abismos de Pasión (1954)
Sutradara Luis Buñuel mengadaptasi kisah ini dengan gaya surealis khasnya. Fokusnya diletakkan pada kegilaan yang muncul akibat obsesi yang tak tertahankan. Pendekatan tersebut membuatnya kerap dianggap sebagai salah satu adaptasi yang paling mendekati sumber aslinya.
6. Hurlevent (1985)
Jacques Rivette menuai pujian karena menggunakan aktor-aktor muda yang dinilai sesuai usia karakter dalam novel. Adaptasi berbahasa Prancis ini disebut terasa lebih otentik, terutama lewat tingkah dan emosi remaja yang meledak-ledak.
7. Wuthering Heights (1998)
Disutradarai David Skynner, versi ini menampilkan Heathcliff sebagai sosok yang dibutakan dendam tanpa bumbu romantis berlebihan. Skynner juga menyoroti penderitaan orang-orang terdekat Heathcliff secara lebih mendetail.
8. Emily Brontë's Wuthering Heights (1992)
Peter Kosminsky disebut berambisi membawa sebanyak mungkin bagian novel ke layar lebar. Hal itu tampak dari arahan terhadap Ralph Fiennes dalam memerankan Heathcliff yang digambarkan benar-benar kejam dan tidak berperasaan.
9. Wuthering Heights (1970)
Satu lagi adaptasi yang dinilai berhasil mempresentasikan Heathcliff dengan akurat. Di bawah sutradara Robert Fuest, Timothy Dalton memerankan Heathcliff sebagai figur pendendam. Kolaborasi keduanya seolah menegaskan bahwa tidak ada sisi Heathcliff yang layak diromantisasi.
10. Wuthering Heights (2026)
Adaptasi terbaru garapan Emerald Fennell memicu kontroversi, salah satunya karena dinilai terlalu menekankan seksualisasi karakter. Alih-alih menghadirkan tensi membara antara Catherine dan Heathcliff yang diperankan Margot Robbie dan Jacob Elordi, versi ini disebut kehilangan identitas. Visualisasi dan soundtrack yang eksentrik dinilai tidak cukup untuk menutupi kekurangannya.
Beragamnya interpretasi tersebut menunjukkan bagaimana Wuthering Heights terus memancing pembacaan ulang: ada yang menekankan kesetiaan pada dialog dan nuansa horor, ada pula yang menyoroti isu sosial atau memilih gaya penceritaan yang lebih atmosferik.

