Momen Idul Fitri kerap dimanfaatkan keluarga untuk mudik dan berkumpul dengan sanak saudara. Namun, perjalanan yang padat dan tingginya mobilitas masyarakat membuat orang tua perlu memberi perhatian lebih pada kesehatan anak, terutama di tengah risiko penularan campak.
Informasi dari akun Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa anak menjadi kelompok yang paling rentan tertular dan mengalami sakit campak. Karena itu, orang tua disarankan memperhatikan sejumlah hal sebelum melakukan perjalanan mudik.
Pertama, pastikan kondisi anak sehat sebelum bepergian. Orang tua diminta memastikan anak tidak mengalami demam, batuk, pilek, atau ruam. Kelengkapan imunisasi juga perlu diperhatikan, terutama imunisasi MR/MMR. Langkah ini dinilai penting agar anak terlindungi dan tidak menularkan penyakit kepada orang lain, termasuk anggota keluarga seperti kakek dan nenek di kampung halaman.
Selain kondisi anak, orang tua juga disarankan memastikan lingkungan tujuan mudik aman. Hindari membawa anak ke tempat yang terdapat orang sakit, terlebih bila diduga mengalami campak. Orang tua juga dapat lebih tenang bila mengetahui anak-anak di lingkungan tujuan telah mendapatkan imunisasi lengkap.
Khusus bayi dan balita, orang tua dianjurkan tidak membiarkan anak dicium atau dipegang sembarangan karena masih rentan tertular penyakit. Interaksi di tempat padat pengunjung juga sebaiknya dikurangi. Anak dapat diajarkan menjaga jarak ketika berada dekat orang dengan gejala batuk atau pilek. Penggunaan masker di transportasi umum dapat menjadi perlindungan tambahan untuk mengurangi risiko penularan campak.
Langkah lainnya adalah menyiapkan perlengkapan serta obat dasar untuk anak selama perjalanan. Perlengkapan yang disarankan antara lain obat demam, obat anti-mabuk, oralit, plester, perban, dan termometer. Bagi anak yang memiliki penyakit dan memerlukan pengobatan rutin, orang tua diminta memastikan obat selalu dibawa.

