Jakarta — Penikmat musik disebut mulai merasakan perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu pergeseran yang terlihat adalah semakin jarangnya musisi baru hadir dengan konsep band. Kondisi ini turut membuat minat mendengarkan musik menjadi lebih terkotak.
Di saat yang sama, panggung musik global ramai oleh kemunculan solois-solois muda. Banyak di antaranya berasal dari Generasi Z dan kini disebut mendominasi tangga lagu, seiring perubahan selera pendengar.
Sejumlah nama yang disorot dalam tren ini antara lain Sabrina Carpenter, Olivia Dean, dan Billie Eilish.
Sabrina Carpenter
Sabrina Carpenter disebut mengalami lonjakan popularitas sejak awal 2022. Ia juga menjadi pembuka tur Taylor Swift di beberapa negara. Lagu-lagunya dikatakan mulai menembus posisi teratas di berbagai tangga lagu, dengan album Short n' Sweet (2024) dan Man's Best Friend (2025) disebut sebagai tonggak kesuksesannya hingga kini.
Olivia Dean
Penyanyi asal Inggris, Olivia Dean, disebut hadir dan langsung menarik perhatian pendengar global lewat musik bernuansa soul dan jazz yang menenangkan. Lagu-lagunya digambarkan membawa pesan untuk mencintai diri sendiri.
Ia juga disebut mampu mengemas lirik tanpa unsur seksualitas, berbeda dari kecenderungan sebagian lagu yang beredar di kancah musik dunia. Pendekatan itu disebut turut mengangkat namanya dan membuatnya dilirik banyak orang. Olivia Dean juga disebut berhasil membawa pulang banyak piala Grammy Awards tahun ini.
Billie Eilish
Billie Eilish disebut sudah melesat popularitasnya dalam beberapa tahun terakhir dan kerap dinilai jenius dalam membuat musik. Album Hit Me Hard and Soft disebut tidak memenangkan Grammy tahun lalu, namun memiliki jumlah pemutaran yang tinggi.
Tren dominasi musisi Gen Z ini menunjukkan perubahan lanskap musik yang terus bergerak, mengikuti selera pendengar dan kemunculan wajah-wajah baru di panggung global.

