Netflix menyatakan telah menginvestasikan lebih dari USD135 miliar atau sekitar Rp2.362,98 triliun untuk produksi film dan serial televisi dalam 10 tahun terakhir.
Dalam periode yang sama, perusahaan streaming asal Amerika Serikat itu mengklaim kontribusinya terhadap ekonomi global melampaui USD325 miliar atau sekitar Rp5.688,67 triliun. Netflix juga menyebut telah menciptakan lebih dari 425 ribu lapangan kerja di bidang produksi film dan serial televisi.
Netflix, yang berbasis di Los Gatos, California, termasuk salah satu platform streaming video terbesar di dunia. Perusahaan ini melaporkan memiliki lebih dari 325 juta anggota berbayar pada akhir 2025.
Co-CEO Netflix Ted Sarandos mengatakan perusahaan meluncurkan “Netflix Effect”, yang disebut sebagai kajian komprehensif mengenai dampak ekonomi, budaya, dan sosial dari film serta serial Netflix, termasuk bagaimana dampaknya menyebar ke perekonomian, industri, dan kehidupan sehari-hari. Pernyataan tersebut dikutip dari The Streamable pada Rabu (13/5/2026).
Netflix juga menyampaikan telah memperoleh lisensi film dan serial dari lebih dari 3.000 perusahaan, termasuk lembaga penyiaran publik.
Selain itu, Netflix menilai porsi penayangan judul berbahasa non-Inggris meningkat signifikan. Menurut perusahaan, judul non-Inggris kini mewakili lebih dari sepertiga dari seluruh penayangan, dibandingkan dengan kurang dari sepersepuluh satu dekade lalu.