BERITA TERKINI
Netflix: Lebih dari 90% Penonton di Indonesia Menonton Konten Lokal Sepanjang 2025

Netflix: Lebih dari 90% Penonton di Indonesia Menonton Konten Lokal Sepanjang 2025

Netflix mengungkap tren peningkatan minat terhadap film dan serial lokal Indonesia. Dalam laporan bertajuk The Netflix Effect, platform tersebut mencatat lebih dari 90 persen anggotanya di Indonesia menonton konten lokal sepanjang 2025.

Menurut Netflix, ketertarikan terhadap karya Indonesia juga terlihat dari capaian di pasar global. Hingga Januari 2026, sebanyak 35 judul Indonesia tercatat masuk daftar Global Top 10 Non-English Netflix, dengan sejumlah judul meraih posisi tinggi di berbagai negara.

Salah satu yang menonjol adalah film zombie Indonesia Abadi Nan Jaya (2025). Netflix menyebut film ini meraih lebih dari 11 juta penayangan hanya dalam beberapa hari setelah dirilis, menduduki posisi nomor satu Global Top 10, serta masuk jajaran Top 10 di 75 negara.

Serial drama periode Gadis Kretek (2023) juga sempat masuk Global Top 10 dengan 1,6 juta penayangan dalam satu minggu. Serial yang mengangkat industri kretek Indonesia itu dinilai menarik perhatian penonton internasional terhadap budaya lokal.

Di genre lain, film aksi thriller The Shadow Strays (2024) disebut masuk Top 10 di 85 negara dalam waktu satu minggu setelah dirilis. Sementara film Luka Makan Cinta (2026), yang memadukan romansa, kuliner, dan lanskap Bali, mencapai posisi keenam Global Top 10 dengan sekitar 2,4 juta penayangan dan masuk Top 10 di 30 negara.

Co-CEO Netflix Ted Sarandos mengatakan ekspansi Netflix ke berbagai negara membuka peluang lebih luas bagi kreator lokal untuk menjangkau audiens global. “Setiap produksi Netflix adalah produksi lokal, yang turut menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan bisnis setempat, serta menghadirkan dampak yang jauh melampaui layar,” ujar Sarandos dalam keterangan resmi, Rabu (20/5).

Sutradara Lucky Kuswandi menilai keragaman audiens Netflix memberi ruang lebih besar bagi sineas Indonesia untuk menghadirkan cerita yang lebih beragam. “Keragaman audiens di Netflix memberikan kebebasan bagi para pembuat film untuk tidak terikat pada genre atau pola cerita tertentu,” katanya.

Netflix juga menyoroti dampak budaya yang muncul dari sejumlah judul Indonesia. Abadi Nan Jaya, misalnya, menghadirkan unsur budaya lokal seperti jamu dan tanaman kantong semar. Sementara Gadis Kretek turut membuat kebaya janggan kembali ramai diperbincangkan, termasuk memunculkan parodi kreatif di media sosial seperti “Gadis Kresek” dan “Gadis Klathak”.

Secara global, Netflix menyatakan telah bekerja sama dengan lebih dari 2.000 rumah produksi lokal dan menginvestasikan lebih dari US$135 miliar untuk produksi film dan serial selama satu dekade terakhir. Di Indonesia, Netflix menyebut turut mendukung pengembangan industri kreatif melalui pelatihan dan program pengembangan talenta bersama komunitas perfilman lokal.