Band death metal senior asal Jakarta, Panic Disorder, merilis single terbaru berjudul “Eternal Dread” melalui AMPS Records. Lagu ini sudah tersedia di seluruh platform digital sejak 1 Maret 2026.
Melalui rilisan ini, Panic Disorder menegaskan arah musikal yang disebut semakin brutal, teknis, dan gelap, dengan intensitas agresif yang mengingatkan pada Dying Fetus. “Eternal Dread” dibangun lewat riff yang padat dan presisi, tempo cepat dan dinamis, serta vokal guttural yang menekan. Atmosfer keseluruhan lagu digambarkan pekat dan opresif, nyaris tanpa ruang untuk katarsis maupun harapan.
Dari sisi lirik, “Eternal Dread” mengangkat tema runtuhnya iman, kehancuran spiritual, serta kritik terhadap dogma. Referensi seperti Nirvana dan Valhalla dimunculkan sebagai simbol mitologi yang kehilangan makna keselamatan. Dunia yang digambarkan dalam lagu ini disebut membusuk, sementara ketakutan hadir sebagai sesuatu yang abadi.
Narasi tersebut turut diperkuat melalui visual artwork, menampilkan reruntuhan bangunan sakral, struktur gelap menyerupai duri, serta sosok manusia kecil di hadapan cahaya yang ambigu. Elemen-elemen itu dibaca sebagai metafora tentang ilusi iman terakhir.
Selain merilis single, Panic Disorder juga mengumumkan rencana Tur Kalimantan 2026. Tur ini disebut menjadi langkah untuk memperluas jangkauan skena death metal Indonesia di luar Pulau Jawa.
Panic Disorder didirikan pada 1994 dan dikenal sebagai salah satu band death metal lawas Jakarta dengan karakter ekstrem yang mentah dan agresif. Band ini sempat vakum setelah wafatnya vokalis Joky pada 2019, sebelum kembali aktif pada 2024 lewat single “Testamen” dengan formasi baru.
Formasi terkini Panic Disorder terdiri dari Gede Arya (bass), Qory Ariyanto (drum), Nizar Bagas Rumekso (vokal), Dion Eka Putra (gitar), dan Muhammad Rizky (gitar). Lewat “Eternal Dread”, mereka kembali menegaskan eksistensinya di ranah brutal death metal Indonesia dengan pendekatan yang lebih gelap dan teknis.

