BERITA TERKINI
Pelatihan Sapta Pesona di Desa Plunturan Ponorogo Dorong Penguatan Peran Pokdarwis

Pelatihan Sapta Pesona di Desa Plunturan Ponorogo Dorong Penguatan Peran Pokdarwis

Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menjalankan pelatihan Sapta Pesona bagi Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) sebagai bagian dari upaya mewujudkan konsep Sadar Wisata. Program ini menekankan peran masyarakat sebagai tuan rumah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kegiatan pariwisata.

Sapta Pesona merupakan tujuh unsur yang menjadi acuan dalam membangun suasana destinasi, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan meninggalkan kenangan bagi pengunjung. Penerapan unsur-unsur tersebut dipandang penting untuk mendorong minat wisatawan berkunjung, termasuk ke Objek Wisata T-Garden.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan disusun melalui beberapa tahap. Pertama, dilakukan pemetaan tingkat kemampuan pokdarwis terkait Sapta Pesona melalui pre-test. Kedua, materi pelatihan ditetapkan sesuai kebutuhan peserta sekaligus disusun jadwal pelaksanaan. Ketiga, pelatihan dilaksanakan secara berkala setiap hari Kamis, sepanjang Oktober 2019 hingga April 2020.

Mitra kegiatan turut berpartisipasi dengan menanggung biaya operasional, termasuk penggandaan materi pelatihan untuk peserta. Selain itu, mitra menyediakan tempat dan fasilitas pelatihan serta mengatur jadwal agar kegiatan berjalan sesuai rencana.

Target pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan pokdarwis mengenai destinasi wisata serta kemampuan komunikasi lisan dalam konteks dunia pariwisata. Kemampuan berkomunikasi dengan bahasa yang mudah dipahami pengunjung diharapkan membantu pokdarwis dalam memperkenalkan seni dan kebudayaan yang ada di Desa Plunturan.

Dalam kesimpulannya, pelatihan dinilai berguna untuk memaksimalkan Desa Wisata Budaya Plunturan dalam pengembangan layanan dan kesiapan sebagai destinasi wisata. Partisipasi pokdarwis dalam mengikuti pelatihan dan mempraktikkan materi yang diberikan diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan.

Ke depan, generasi muda juga dinilai perlu didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam proses penguatan desa wisata. Keterbukaan generasi muda terhadap perkembangan terbaru dinilai dapat membantu menghadirkan ide-ide baru, khususnya dalam promosi yang relevan dengan kebutuhan zaman.