Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelar acara buka puasa bersama dan pemberian santunan bertajuk “Ramadhan di Hati” di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (16/03/2026). Kegiatan ini dihadiri ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak dimaknai sebagai seremonial keagamaan semata, melainkan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Dalam acara itu turut hadir Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur KH Ali Maschan Moesa, yang disebut mempertegas sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga amil zakat dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur.
Dalam orasi kemanusiaannya, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait menekankan pentingnya kesetaraan peluang. Ia menegaskan keterbatasan fisik maupun latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi penghambat bagi seseorang untuk meraih kesuksesan.
Gus Fawait juga menyampaikan pandangannya bahwa anak-anak yang hadir dalam kegiatan tersebut berpotensi menjadi pemimpin masa depan. Ia menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu fokus, serta menginstruksikan agar seluruh anak, termasuk siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dan anak yatim, tidak berhenti menempuh pendidikan hanya sampai tingkat dasar.
Menurutnya, pendidikan tinggi merupakan jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan struktural. Untuk mendukung hal itu, Pemkab Jember disebut telah mengalokasikan program beasiswa kuliah inklusif yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
Selain pendidikan, Pemkab Jember juga menyoroti aspek kesehatan. Gus Fawait menyatakan pemerintah daerah terus memperkuat kebijakan layanan kesehatan gratis yang hanya memerlukan verifikasi kartu identitas (KTP). Ia berharap kebijakan tersebut dapat meringankan beban finansial masyarakat sehingga mereka dapat lebih fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan keluarga.

