Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan berbagai agenda internasional. Langkah ini diarahkan untuk mengoptimalkan perolehan devisa, khususnya di Kota Medan dan wilayah sekitarnya.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat menerima audiensi jajaran pimpinan PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan InJourney di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (12/3/2026).
Dalam pertemuan itu, Bobby menekankan pentingnya peningkatan standar kualitas pada setiap penyelenggaraan acara ke depan. Ia menyebut masyarakat Sumatera Utara memiliki harapan tinggi terhadap kehadiran event kelas dunia, terutama di kawasan destinasi unggulan.
“Kami berharap event internasional dapat terus dilaksanakan di Sumut. Masyarakat sangat mengharapkan kehadiran ajang-ajang kelas dunia di kawasan pariwisata kita,” ujar Bobby Nasution, dikutip dari rilis resmi Diskominfo Sumut.
Bobby juga menginstruksikan agar agenda mendatang tidak hanya berfokus pada aspek kompetisi. Menurutnya, penyelenggaraan event perlu mengintegrasikan unsur kebudayaan lokal secara lebih komprehensif sekaligus memperkuat promosi destinasi secara masif.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney Maya Watono mengapresiasi sinergi serta dukungan regulasi dari Pemprov Sumut. Ia merujuk pada sejumlah agenda besar yang telah terlaksana, termasuk kejuaraan F1 Powerboat di kawasan Danau Toba.
Maya menegaskan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. “Kami hadir untuk bersilaturahmi dan siap membantu pengembangan event pariwisata di Sumut. Kegiatan sport tourism (wisata olahraga) ini tentu berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat di Sumut,” kata Maya.
Pemprov Sumut menilai penguatan agenda internasional yang dipadukan dengan kearifan lokal dapat memperkokoh posisi Sumatera Utara sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat global, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

