BERITA TERKINI
Pengelolaan Sampah Lewat Bank Sampah Mulai Berkembang di Sleman

Pengelolaan Sampah Lewat Bank Sampah Mulai Berkembang di Sleman

Pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui sistem bank sampah mulai tumbuh di masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sleman menilai kesadaran warga terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan meningkat, antara lain dengan memilah sampah organik dan nonorganik serta mengelolanya melalui bank sampah.

Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sleman Endah Sri Widiastuti mengatakan, salah satu contoh pengelolaan bank sampah berada di Griya Taman Asri Blok G dan H. Di kawasan tersebut, sampah rumah tangga dipilah menjadi sampah kertas, plastik, dan kerasan, kemudian dipak sebelum disetorkan ke Pos Bank Sampah.

Setoran dilakukan setiap Kamis pada pekan ketiga setiap bulan, dengan biaya Rp10.000 per bulan. Saat ini, jumlah anggota di Griya Taman Asri mencapai 80 kepala keluarga. Program tersebut juga disebut akan dikembangkan dengan mengajak warga dari Blok D, sekitar 40 kepala keluarga.

Selain di Griya Taman Asri, Endah menyebut terdapat 10 bank sampah lain di Sleman. Di antaranya pengelola sampah mandiri (PSM) “Sayuti Melik” di Kadilobo, Purwobinangun, Pakem, dengan sampah terolah 499 kilogram per bulan, jumlah pekerja 10 orang, omzet nasabah Rp400.000 per bulan, dan jumlah nasabah 90 orang.

Ada pula PSM “Apel” di Perum Condongcatur RW 13, Condongcatur, Depok, dengan sampah terolah 400 kilogram per bulan, pekerja tujuh orang, omzet nasabah Rp500.000 per bulan, dan jumlah nasabah 82 orang. Sementara PSM “Mawar” di Dukuh Randugunting RT 2 RW 1, Tamanmartani, Kalasan, mengolah 350 kilogram sampah per bulan, melibatkan 10 pekerja, mencatat omzet nasabah Rp300.000 per bulan, dan memiliki 80 nasabah. Endah menyebut masih banyak PSM lainnya di wilayah tersebut.

Seiring berkembangnya bank sampah, Pemkab Sleman mengimbau warga untuk tidak membakar sampah karena dinilai membahayakan. Endah menjelaskan, pembakaran sampah rumah tangga secara sembarangan dapat menghasilkan karbon monoksida (CO) yang bila terhirup dapat mengganggu fungsi hemoglobin yang berperan mengangkut dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Ia menambahkan, sebagai gambaran kasar, pembakaran satu ton sampah berpotensi menghasilkan sekitar 30 kilogram gas CO. Asap dari pembakaran sampah plastik juga dapat menghasilkan senyawa dioksin, serta dapat memunculkan fosgen yang disebut sebagai gas beracun berbahaya. Selain itu, pembakaran sampah yang mengandung klorin dapat menghasilkan 75 jenis zat beracun lain.