Ratusan anak yatim dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan mengikuti kegiatan Ruang Pulih dan Yatim Fest Ramadan 2026 pada Ramadan 1447 Hijriah. Acara ini digelar di sebuah hotel di kawasan Desa Manawuan, Kecamatan Cigandamekar, Senin (16/3/2026), dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh keceriaan.
Kegiatan yang mengusung tema “Dari Luka Jadi Pembawa Cahaya” ini diselenggarakan oleh Yayasan Abulyatama Indonesia. Selain menghadirkan momen kebersamaan, acara tersebut juga diarahkan untuk memberi penguatan mental bagi anak-anak yatim di bulan Ramadan.
Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar hadir didampingi Ketua LKKS Kabupaten Kuningan Hj. Ela Helayati. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan dukungan dan pesan penyemangat kepada anak-anak yang hadir. Ia menegaskan bahwa mereka tidak sendiri dan merupakan bagian penting dari masyarakat.
Bupati juga menilai kehadiran Yayasan Abulyatama sebagai wujud kepedulian sosial. Ia berpesan agar kesedihan yang dialami anak-anak yatim dapat diubah menjadi kekuatan untuk tumbuh dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Ia menyebut anak-anak yatim sebagai “mutiara-mutiara Kuningan” yang diharapkan kelak menjadi pembawa cahaya bagi kehidupan.
CEO LAZNAS Abulyatama Indonesia, Sudarmanto, menjelaskan bahwa Yatim Fest merupakan bagian dari gerakan nasional yang berkelanjutan. Ia menyebut Yayasan Abulyatama saat ini memiliki 89 cabang di Indonesia serta 22 kawasan pembinaan khusus bernama The Yatim Village yang difungsikan untuk pembinaan dan pendampingan anak yatim secara intensif.
Menurut Sudarmanto, target program Yatim Fest Ramadan tahun ini adalah menjangkau 30.000 anak yatim piatu di seluruh Indonesia. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kuningan yang dinilai memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap anak-anak yatim.
Dalam pelaksanaan kegiatan di Kuningan, sebanyak 133 relawan muda turut terlibat membantu jalannya acara. Keterlibatan relawan ini disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi gerakan sosial, sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mengayomi kaum dhuafa, lanjut usia, dan pengangguran.

