BERITA TERKINI
RGZY Rilis Mini Album "Support System", Babak Baru Kolektif Hardcore dari Banten

RGZY Rilis Mini Album "Support System", Babak Baru Kolektif Hardcore dari Banten

Kolektif hardcore RGZY (dibaca Ragazy) merilis mini album perdana bertajuk Support System pada 4 Februari 2026. Perilisan ini disebut menjadi tonggak baru bagi perjalanan musik mereka di skena arus pinggir Banten, sekaligus salah satu capaian penting sejak RGZY terbentuk pada 1998.

Support System hadir sebagai Extended Play (EP) berisi lima lagu. RGZY menggambarkan karya ini sebagai catatan personal yang memuat amarah, kegelisahan, dan solidaritas yang tumbuh dari pengalaman hidup para personelnya. Tema besar yang diangkat menyoroti relasi antar-manusia—tentang bagaimana seseorang bertahan, runtuh, lalu bangkit kembali karena kehadiran orang lain di sekitarnya.

Dari sisi musikal, RGZY menempuh jalur yang agresif dan minim kompromi. Distorsi gitar cepat menjadi elemen utama, ditopang tempo yang intens. Lirik-liriknya disajikan lugas, kadang terasa seperti teriakan terhadap realitas sosial, dan di bagian lain menyerupai monolog batin di tengah tekanan kehidupan urban.

“Kami tidak mencoba menjadi suara bagi generasi. Kami hanya mencatat bagaimana rasanya hidup ketika dunia terasa bergerak terlalu cepat, sementara pikiran tertinggal jauh di belakang,” kata Cevy, vokalis RGZY, Selasa (10/2/2026).

Menurut RGZY, EP ini tidak menawarkan narasi kemenangan heroik. Support System lebih menyoroti cerita orang-orang biasa yang berusaha tetap berdiri ketika situasi terus berubah dan menekan. Mereka memaknai dukungan sebagai alasan untuk tidak menyerah, meski tidak selalu menjadi solusi atas semua persoalan.

Support System adalah tentang bertahan hidup. Tentang orang-orang yang saling menopang bukan karena mereka kuat, tapi karena mereka tahu rasanya jatuh sendirian. Tentang lingkaran kecil yang lebih jujur daripada sistem besar yang sibuk menjual mimpi,” ujar Cevy.

RGZY beranggotakan Cevy (vokal), Riki (gitar), Aldi (gitar), Erdy (bass), dan Desna (drum). Sebelum merilis Support System, mereka lebih dulu merilis tiga single: Aku (2024), Bisa (2024), dan Teriakan Lantang (2025). Ketiganya menjadi pijakan yang memperlihatkan arah musik RGZY: keras, personal, dan berdaya dorong tinggi.

Eksplorasi mereka juga ditunjukkan lewat kolaborasi lintas warna bersama Tongkat Kayu, Arkaistone, dan Syifa Kusuma dalam lagu Pemenang. Kolaborasi tersebut menjadi penanda bahwa RGZY tidak hanya membangun identitas bunyi mereka sendiri, tetapi juga membuka ruang dialog dengan spektrum musikal lain.

Perilisan Support System menandai fase baru bagi RGZY, baik sebagai pernyataan musikal maupun refleksi tentang peran komunitas, pertemanan, dan keberanian untuk tetap bersuara di tengah realitas yang kerap meminggirkan.