Dunia musik Indonesia berduka setelah Romi Jahat, vokalis punk yang dikenal luas di skena underground Tanah Air, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 10 Februari 2026. Kepergian Romi mengejutkan banyak pihak, terutama penggemar yang mengikuti perjalanan kariernya sejak era 1990-an.
Kabar wafatnya musisi bernama asli Adie Indra Dwiyanto itu diumumkan melalui akun Instagram resmi band yang ia pimpin, Romi & The Jahats. Unggahan tersebut mendapat banyak respons berupa ucapan belasungkawa dari rekan musisi, komunitas punk, serta penggemar lintas generasi.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Romi Jahat. Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa kondisi kesehatannya menurun dalam dua pekan terakhir sebelum ia mengembuskan napas terakhir.
Romi Jahat lahir dengan nama Adie Indra Dwiyanto dan besar di Jakarta. Ia dikenal sebagai salah satu ikon punk rock Indonesia yang konsisten membawa semangat perlawanan melalui musik. Sejak akhir 1990-an, namanya telah akrab di kalangan komunitas underground.
Tumbuh di lingkungan ibu kota, Romi membentuk karakter bermusik yang kuat. Ia dikenal lewat suara serak yang khas dan lirik bernuansa kritik sosial. Dalam berbagai karyanya, Romi kerap menyuarakan isu ketimpangan sosial, ketidakadilan, serta kritik terhadap penguasa. Baginya, musik bukan semata hiburan, melainkan medium perjuangan dan penyampaian aspirasi.
Di kalangan komunitas, Romi juga dijuluki sebagai “babeh”-nya punk Indonesia, sebutan yang menggambarkan posisinya sebagai figur senior sekaligus panutan bagi generasi baru di skena punk lokal.

