BERITA TERKINI
Sape’, Warisan Musik Dayak yang Erat dengan Alam dan Memori Kolektif

Sape’, Warisan Musik Dayak yang Erat dengan Alam dan Memori Kolektif

Sape’ merupakan alat musik tradisional masyarakat Dayak dari Kalimantan Barat yang hingga kini masih lestari. Instrumen petik ini dikenal memiliki kedekatan dengan alam, baik dari bahan pembuatannya maupun nuansa bunyi yang dihasilkan. Suaranya yang lembut dan khas kerap digunakan untuk mengiringi upacara adat serta pertunjukan seni tradisional.

Praktisi seni Leonardus Gardiaz Vogatn menuturkan, keterkaitan Sape’ dengan alam tercermin dari inspirasi bunyinya hingga tema musik yang dimainkan. Ia menyebut pernah mendengar cerita bahwa dentingan Sape’ terinspirasi dari suara burung. Selain itu, banyak komposisi Sape’ yang menggambarkan aktivitas masyarakat saat berada di hutan, seperti berburu atau kisah perempuan yang menari di alam.

Menurut Vogatn, Sape’ tidak hanya berfungsi sebagai instrumen seni, tetapi juga menjadi identitas budaya masyarakat Dayak, khususnya Dayak Kayan yang dikenal sebagai pemilik kebudayaan Sape’. Ia menilai musik tradisi seperti Sape’ dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, hingga masa depan melalui warisan memori kolektif dan pemikiran leluhur yang disampaikan lewat alunan musik.

Dari sisi teknik permainan, Sape’ memiliki cara main yang berbeda dengan gitar meski sama-sama termasuk alat musik petik. Vogatn menjelaskan, tahap awal mempelajari Sape’ membutuhkan waktu dan proses yang tidak singkat karena pola petikan serta susunan nadanya berbeda. Dalam praktiknya, permainan Sape’ memadukan unsur melodi dan ritmis yang perlu dijaga keseimbangannya agar menghasilkan karakter bunyi khas instrumen tradisional tersebut.