BERITA TERKINI
SBY Gelar Tribute to Koes Plus di Pacitan, Hadirkan Ruang Perjumpaan Musik dan Ingatan Lintas Generasi

SBY Gelar Tribute to Koes Plus di Pacitan, Hadirkan Ruang Perjumpaan Musik dan Ingatan Lintas Generasi

PACITAN — Lagu-lagu Koes Plus kembali menggema di Pacitan. Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menggelar acara Tribute to Koes Plus di Museum & Galeri SBY*ANI pada Sabtu malam (7/2). Acara ini menjadi ruang perjumpaan antara musik, ingatan, dan lintas generasi.

Koes Plus dikenal bukan sekadar grup musik populer. Sejak dekade 1960-an, karya-karya mereka tumbuh bersama masyarakat Indonesia, hadir dalam keseharian lewat lirik sederhana yang menyinggung tema cinta, keluarga, hingga kehidupan sosial. Dalam perjalanan musik nasional, Koes Plus disebut sebagai salah satu penanda penting era musik pop Indonesia.

Bagi SBY, lagu-lagu Koes Plus juga memiliki kedekatan personal. Saat remaja di Pacitan, ia aktif bermain musik dan menjadikan lagu-lagu Koes Plus sebagai bagian dari repertoar yang kerap dibawakan bersama rekan-rekannya. Ketertarikan tersebut kemudian diwujudkan melalui konser tribute yang dibuka untuk publik.

Panggung Tribute to Koes Plus malam itu diisi oleh putra-putri para personel band. Rico Murry, Kenny Koeswoyo, Sari Koeswoyo, Garry Koeswoyo, dan Damon Koeswoyo membawakan kembali lagu-lagu yang telah melekat dalam ingatan kolektif masyarakat.

Sebelum konser dimulai, SBY bersilaturahmi dan memohon restu kepada Yok Koeswoyo, satu-satunya personel Koes Plus yang masih hidup. Seluruh lagu yang dibawakan dalam konser tersebut juga disertai pembayaran royalti resmi kepada ahli waris Koes Plus sebagai bentuk penghormatan terhadap karya dan etika bermusik.

Dihadiri lebih dari 1.000 penonton, acara berlangsung hangat. Lagu-lagu lama tidak hanya dihadirkan sebagai nostalgia, melainkan juga sebagai penanda bahwa musik populer Indonesia memiliki akar sejarah yang terus hidup dan diwariskan. Melalui konser ini, Pacitan menjadi ruang tempat musik bekerja sebagai ingatan budaya—menghubungkan masa lalu, masa kini, dan generasi yang akan datang.