BERITA TERKINI
Tuan Tigabelas Soroti Keragaman Hip-Hop Lokal, Sebut PORIS sebagai “The Next Big Thing”

Tuan Tigabelas Soroti Keragaman Hip-Hop Lokal, Sebut PORIS sebagai “The Next Big Thing”

Skena hip-hop lokal kembali menegaskan eksistensinya di tengah kemunculan berbagai rapper dan subgenre baru. Sejumlah tren yang mencuri perhatian publik antara lain HipDut (Hip-Hop Dangdut), rap berbahasa daerah yang populer dari Indonesia Timur, hingga rage rap yang dipopulerkan kolektif hip-hop PORIS.

Dalam perbincangan pada Kamis, 14 November 2025 di kawasan Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, rapper senior Tuan Tigabelas menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan pesat hip-hop di Indonesia saat ini. Ia menilai keragaman subgenre sebenarnya sudah hadir sejak lama, namun kini mendapatkan dorongan besar dari kekuatan media sosial.

“Sebenernya hip-hop tuh variasinya atau subgenre-nya dari dulu udah banyak. Cuma mungkin hari ini kebantu dengan platform sosial media yang juga sudah makin kuat. Jadi akhirnya temen-temen punya kekuatan untuk menampilkan dirinya,” ujar Tuan Tigabelas yang akrab disapa Upi.

Ia menyambut positif ledakan keragaman tersebut. Menurutnya, semakin banyak subgenre, semakin luas pula audiens yang bisa disentuh, sehingga publik dapat mengenal hip-hop lebih jauh. Upi juga menilai pengkotak-kotakan dalam hip-hop kian memudar, seiring hadirnya ekspresi yang makin beragam.

“Gua seneng banget, karena apa? Karena makin banyak subgenre-nya, makin bisa menyentuh banyak orang, sampai akhirnya orang-orang lebih kenal jauh sama hip-hop gitu. Gua juga merasa saat ini sudah tidak ada pengkotak-kotakan lagi ya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Upi turut membahas rage rap yang dipopulerkan PORIS, kolektif hip-hop yang berawal dari tongkrongan di kawasan Poris, Tangerang. Ia menyebut para anggota PORIS terdiri dari kreator multidimensi, mulai dari musisi, desainer, hingga videografer.

Tuan Tigabelas mengaku memiliki hubungan dekat dengan kolektif tersebut karena sering berbagi panggung dan bertemu secara personal. Ia pun menilai PORIS memiliki potensi besar dan menyebut mereka sebagai “The Next Big Thing”.

“Gua sama Poris kenal banget dan hubungan kita lumayan deket. Gua sering manggung bareng, kita sering ketemu. Mereka juga sering ke coffee shop gua. Jadi kalau ditanya bagaimana Poris menurut gua? Mereka the next big thing,” ungkapnya.

Menurut Upi, pujian itu didasari kemampuan PORIS membangun bentuk musik yang khas sekaligus menularkan pengaruhnya secara efektif. Ia menilai hal tersebut tidak banyak dilakukan oleh musisi lain.

“Bagaimana satu kolektif ini menimbulkan bentuk mereka dan nularin influence itu ke orang lain tuh kayak ‘Nggak banyak orang yang jago nulis lirik tapi bisa ngelakuin ini’ (seperti Poris),” lanjutnya.

Upi juga menyebut PORIS sebagai gelombang baru yang perlu diterima. Ia menegaskan sikapnya yang menolak praktik gatekeeping dalam hip-hop, seraya menilai tidak perlu melawan arah perkembangan yang sedang tumbuh.

“Jadi buat gua ini new wave yang ‘Yaudah kalau lo nggak suka, lo nggak usah dengerin’. Buat gua pribadi ini akan menjadi besar. Gua akan sangat bodoh kalau mencoba melawan hal itu,” ujarnya.

“Karena balik lagi hip hop punya banyak sub-genre. Gua enggak mau nge-gate keeping, gua nggak mau ngebunuh mimpi orang, dan gua nggak mau ngebunuh orang sebelum berkembang. Jadi buat gua PORIS is the next big thing,” tegasnya.

Tuan Tigabelas juga mengaku bangga ketika mengetahui PORIS dikonfirmasi sebagai salah satu penampil pembuka dalam konser Rich Brian di Beach City Ancol Stadium, Ancol, Jakarta, pada 29 November 2025. Menurutnya, pencapaian itu menjadi bukti bahwa kolektif dari kawasan Tangerang dapat memperoleh kesempatan tampil di panggung berskala internasional.

“Bangga men! Maksud gua kita semua tau kalau Poris itu adalah nama daerah di Tangerang. Maksudnya lo kalau nggak ada grup ini, nggak bakal tau kalau ada tempat namanya Poris,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesempatan tersebut juga menunjukkan pentingnya konsistensi, ketekunan, dan mimpi besar. “Terus tiba-tiba mereka sekarang main di event yang skala internasional, ini jadi satu bukti bahwa lo mau dari manapun atau lo siapa pun nggak ada yang nggak mungkin men, selama lo konsisten, presisten, dan punya mimpi besar,” katanya.

Mengakhiri perbincangan, Tuan Tigabelas berharap dinamika positif dalam skena hip-hop lokal dapat terus berlanjut dan semakin mendapat sambutan dari pendengar musik di Indonesia.

“Harapan gua mudah-mudahan ngak berhenti sampai di sini. Makin banyak lagi subgenrenya dan makin bisa menyentuh banyak orang,” tutupnya.