Sejumlah kalimat yang kerap diucapkan orang tua dengan maksud menenangkan atau menasihati anak, ternyata dapat membuat anak merasa tidak dipahami. Kata-kata yang bernada menggurui atau membandingkan, misalnya, berisiko menekan perasaan anak saat ia berusaha menyampaikan apa yang dipikirkan dan dirasakannya.
Dalam psikologi, pola komunikasi semacam ini dikenal sebagai gaslighting, yaitu bentuk manipulasi emosi yang dapat muncul dalam hubungan yang tidak sehat. Psikolog perkembangan di Amerika Serikat, Dr. Irene Daria, Ph.D., menyebut gaslighting dapat membuat anak merasa tertekan ketika mencoba mengekspresikan pikiran dan perasaannya.
Berangkat dari hal tersebut, orang tua diingatkan untuk lebih peka terhadap pilihan kata dalam percakapan sehari-hari. Ada tujuh kalimat yang disebut kerap terlontar tanpa disadari dan dapat menjadi bentuk gaslighting pada anak. Daftar kalimat tersebut disajikan dalam video yang menyertai materi ini.