Warner Bros. dilaporkan resmi mengembangkan proyek film berlatar semesta Game of Thrones. Studio menggandeng Beau Willimon—penulis di balik serial Andor serta showrunner House of Cards—untuk menggarap naskah.
Kabar ini pertama kali mencuat lewat laporan Page Six Hollywood dan kemudian diperkuat oleh sejumlah media industri hiburan di Amerika Serikat. Willimon disebut telah menyerahkan draf awal, meski hingga kini belum ada pengumuman mengenai sutradara maupun jajaran pemeran.
Jika terealisasi, film ini akan menjadi langkah besar bagi Game of Thrones menuju layar lebar setelah lebih dari satu dekade dikenal terutama sebagai serial televisi premium.
Menurut sumber industri, cerita film disebut akan berfokus pada Aegon I Targaryen, pendiri Dinasti Targaryen, serta kisah penaklukannya atas Westeros yang terjadi ratusan tahun sebelum peristiwa serial utama. Versi film juga digambarkan dirancang sebagai produksi berskala epik, bahkan disebut-sebut berukuran “raksasa” setara Dune, dengan potensi visual dan pertempuran besar yang belum pernah ditampilkan sebelumnya di semesta tersebut.
Meski sudah masuk tahap pengembangan, masa depan proyek ini masih dibayangi ketidakpastian. Warner Bros. saat ini berada dalam proses penjualan kepada Paramount Skydance. Jika merger tersebut disetujui, manajemen baru berpeluang meninjau ulang daftar proyek yang sedang berjalan, termasuk film Game of Thrones.
Namun, sejumlah analis menilai peluang film ini tetap besar mengingat waralaba tersebut termasuk aset paling bernilai milik studio. CEO Paramount, David Ellison, sebelumnya juga pernah menyebut Game of Thrones sebagai serial HBO favoritnya, yang dipandang sebagai sinyal positif bagi kelangsungan proyek dan ekspansi semesta Westeros.
Ellison turut menyatakan komitmen untuk merilis 30 film di bioskop setelah penggabungan rampung, sehingga kebutuhan akan properti intelektual berskala besar disebut semakin penting.
Wacana membawa Game of Thrones ke layar lebar sebenarnya bukan hal baru. Pada 2013, dua kreator serial aslinya, David Benioff dan Dan Weiss, sempat mengusulkan penutupan cerita melalui tiga film layar lebar, mengikuti pola trilogi fantasi besar seperti The Lord of the Rings. Namun, HBO saat itu memilih mempertahankan fokus pada model bisnis berbasis langganan dan menolak ide tersebut.
Semesta yang diadaptasi dari novel karya George R. R. Martin terus berkembang sejak serial Game of Thrones berakhir pada 2019 setelah delapan musim dan puluhan penghargaan Emmy. Kisah keluarga Targaryen kemudian diperluas lewat serial prekuel House of the Dragon yang akan memasuki musim ketiga pada musim panas mendatang, serta serial A Knight of the Seven Kingdoms yang sedang dipersiapkan untuk musim kedua. HBO juga mengembangkan proyek animasi yang berfokus pada karakter The Sea Snake.
Dalam laporan profil terbaru tentang Martin, disebutkan HBO dan divisi film Warner Bros. sempat mengerjakan versi berbeda dari kisah penaklukan Aegon I. Namun, versi layar lebar kini disebut menjadi prioritas untuk menghadirkan cerita tersebut dalam format yang lebih spektakuler dan sinematik.
Jika benar mengangkat Aegon I, film ini akan menampilkan periode penting dalam sejarah Westeros yang belum pernah divisualisasikan secara langsung. Aegon I sendiri belum pernah muncul dalam serial mana pun, meski garis keturunannya melahirkan tokoh sentral seperti Daenerys Targaryen.
Hingga kini, pihak studio belum mengumumkan jadwal produksi maupun target rilis. Dengan proses merger yang masih berlangsung dan strategi bisnis yang berpotensi berubah, kepastian proyek film Game of Thrones disebut akan sangat bergantung pada keputusan manajemen baru.

