PANDEGLANG — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menghabiskan dua malam beritikaf di Pondok Pesantren Mira Institute, Pandeglang, Banten, yang dipimpin Adi Hidayat, pada 16–18 Maret 2026. Di sela agenda kenegaraan yang padat, kegiatan tersebut disorot sebagai pengingat bahwa pengelolaan pangan tidak semata berkaitan dengan produksi, distribusi, dan harga, tetapi juga kejernihan hati dalam memikul amanah kepada rakyat.
Pesan itu dinilai relevan dengan peran strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Arahan Presiden Prabowo Subianto disebut menekankan tiga hal utama: ketersediaan stok harus aman, harga terkendali, dan distribusi berjalan lancar.
Di tengah ketidakpastian global, tantangan pangan dipandang kian kompleks. Konflik di Timur Tengah, misalnya, disebut berpotensi mendorong kenaikan harga energi yang dapat berdampak pada biaya logistik, produksi, hingga stabilitas pasokan. Dalam situasi seperti ini, ketakwaan disebut menjadi fondasi agar kebijakan tetap tenang, terukur, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Nilai tersebut dikaitkan dengan pesan Surah Yusuf, yang menekankan pentingnya pengelolaan hasil secara disiplin pada masa lapang dan menyiapkan cadangan untuk masa sulit. Ketahanan pangan, dalam konteks ini, dipahami bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga visi jangka panjang serta kepemimpinan yang amanah.
Indonesia disebut memasuki fase penguatan ketahanan pangan dengan sejumlah modal. Produksi padi dilaporkan meningkat, cadangan beras nasional mencapai sekitar 4 juta ton, dan berbagai program penguatan pangan terus didorong, mulai dari perlindungan lahan sawah, pengembangan koperasi desa, hingga penguatan sektor perikanan.
Rangkaian langkah tersebut dipandang menunjukkan upaya pemerintah bukan hanya untuk bertahan menghadapi krisis, tetapi juga membangun ekosistem pangan yang lebih kokoh dan berkelanjutan. Dari Pandeglang, menguat pesan bahwa ketahanan pangan tidak cukup ditopang kebijakan dan angka, melainkan juga nilai serta integritas dalam pelaksanaannya.

