Sebanyak 1.000 siswa memperingati Hari Musik Nasional 2026 di Makam Pahlawan Wage Rudolf (WR) Supratman, Surabaya, Senin (9/3). Kegiatan ini mengusung tajuk “Musik Membangun Jiwa Bangsa” dalam gerakan kebangsaan bertema Gelora Indonesia Raya, sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat nilai sejarah.
Ketua pelaksana kegiatan, Heri “Lentho” Prasetyo, mengatakan peringatan Hari Musik Nasional tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, melainkan juga momen refleksi kebangsaan. Menurutnya, melalui kegiatan di makam WR Supratman, peserta diajak meneguhkan kembali semangat persatuan lewat musik.
Rangkaian acara diawali dengan “Ziarah Indonesia Raya”. Dalam prosesi ini, seluruh peserta berdoa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza. Prosesi tersebut diiringi alunan biola yang disebut menjadi simbol jiwa dan sejarah bangsa yang terus hidup.
Selain menyanyikan Indonesia Raya, para peserta juga membawakan sejumlah karya cipta WR Supratman lainnya, di antaranya Di Timur Matahari, Dari Barat Sampai ke Timur, Matahari Terbit, dan Pahlawan Merdeka. Lagu-lagu tersebut dipersembahkan dalam format paduan suara kolosal yang disebut sebagai doa musik untuk bangsa.
Heri menuturkan, melalui harmoni suara, kegiatan ini diharapkan melahirkan energi kolektif untuk memperkuat cinta tanah air. Ia juga menekankan musik sebagai bahasa persatuan yang melampaui sekat-sekat sosial.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Surabaya Triworo Prawaningrum menyampaikan peringatan Hari Musik Nasional memiliki makna dalam menanamkan semangat kebangsaan kepada para siswa. Ia menilai musik bukan hanya bagian dari seni, tetapi juga simbol patriotisme yang dapat memperkuat nasionalisme generasi muda.
Triworo menambahkan, kegiatan tersebut menjadi sarana menumbuhkan kecintaan siswa terhadap musik sekaligus memperkenalkan nilai-nilai seni dalam kehidupan sekolah. Ia menyebut peringatan Hari Musik Nasional juga menjadi bagian dari upaya sekolah mengembangkan minat dan bakat siswa di bidang musik, termasuk melalui kegiatan ekstrakurikuler band.
Ia berharap siswa mendapat ruang untuk berlatih, berkreasi, dan mengembangkan kemampuan bermusik secara lebih teratur. Menurutnya, peringatan Hari Musik Nasional diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menumbuhkan kecintaan pada musik nasional sekaligus membangun karakter siswa yang kreatif dan berjiwa kebangsaan.

