BERITA TERKINI
7 Film dan Serial Dokumenter Kriminal di Netflix yang Mengajak Penonton Menelusuri Kasus Nyata

7 Film dan Serial Dokumenter Kriminal di Netflix yang Mengajak Penonton Menelusuri Kasus Nyata

Minat terhadap film dan serial dokumenter kriminal atau true crime belakangan kian meningkat. Genre ini kerap menyajikan rangkaian kasus nyata—dari pembunuhan, penipuan, hingga praktik sekte—yang membuat penonton ikut menelaah detail, menimbang motif, dan menyusun kemungkinan-kemungkinan seperti sedang berada di ruang penyelidikan.

Berikut tujuh film dan serial dokumenter kriminal di Netflix yang menyoroti kasus-kasus berbeda dengan pendekatan penceritaan yang beragam.

1. American Murder: The Family Next Door

Dokumenter ini menampilkan kisah keluarga Watts dengan pendekatan yang berbeda karena hampir seluruhnya menggunakan rekaman asli, mulai dari unggahan Facebook, pesan teks, hingga rekaman kamera tubuh polisi saat pertama kali mendatangi rumah mereka. Cerita bermula dari laporan hilangnya Shanann Watts yang sedang hamil beserta dua putrinya. Suaminya, Chris Watts, sempat tampil di depan kamera televisi memohon keluarganya pulang. Namun, proses interogasi intens dan kegagalan tes poligraf membuat dugaan mengarah kepadanya. Film ini memperlihatkan bagaimana citra keluarga yang tampak sempurna di media sosial dapat menyimpan sisi gelap yang berujung fatal.

2. The Raincoat Killer: Chasing a Predator in Korea

Serial ini membawa penonton ke Seoul pada 2003, saat rangkaian pembunuhan berantai menebar teror. Yoo Young-chul menargetkan warga lansia kaya di kawasan elite serta pekerja seks komersial. Ia dijuluki “Raincoat Killer” karena kerap terlihat mengenakan jas hujan kuning untuk menyamarkan identitas. Dokumenter menyoroti tantangan kepolisian Korea pada masa itu yang belum didukung sistem identifikasi sidik jari atau CCTV secanggih sekarang. Yoo juga disebut menghancurkan sidik jari korban agar sulit dikenali. Melalui wawancara dengan detektif yang menangkapnya, serial ini menampilkan gambaran psikologis pelaku yang merasa dikhianati dan melampiaskan dendam dengan cara keji.

3. Serial tentang Robert Hendy Freegard

Dokumenter ini mengangkat Robert Hendy Freegard, penipu yang selama puluhan tahun memanipulasi korban dengan kekuatan kata-kata. Dengan menyamar sebagai agen rahasia MI5, ia meyakinkan sekelompok mahasiswa bahwa mereka diburu organisasi teroris IRA dan harus melarikan diri. Para korban kemudian hidup berpindah-pindah dalam kemiskinan dan ketakutan, sementara Freegard terus memeras uang dari keluarga mereka. Dengan alur non-linear, dokumenter ini menunjukkan bagaimana kontrol psikologis dapat bekerja bahkan pada orang-orang yang dianggap cerdas. Hingga kini, jejak Freegard disebut masih menjadi misteri.

4. In the Name of God: A Holy Betrayal

Serial delapan episode ini membongkar praktik empat pemimpin kultus di Korea Selatan yang mengaku sebagai mesias atau perwakilan Tuhan. Salah satu kasus utama yang disorot adalah Jeong Myeong-seok (JMS), pemimpin yang dituduh menggunakan posisinya untuk melakukan pelecehan seksual terhadap ribuan pengikut perempuan di berbagai negara. Dokumenter ini juga menampilkan peristiwa di Gereja Odaeyang, ketika puluhan mayat ditemukan dalam kasus bunuh diri massal yang masih menyisakan misteri. Kesaksian para penyintas menjadi elemen penting untuk memperlihatkan bagaimana kekuasaan dibangun melalui pemerasan harta dan penghancuran martabat manusia atas nama kepercayaan.

5. Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso

Dokumenter ini membahas kasus kematian Mirna dan proses hukum yang menjerat Jessica Wongso. Dengan akses ke sejumlah pihak, termasuk ayah Mirna, tim pengacara Jessica, serta ahli forensik, penonton diajak menilai kembali rangkaian pembuktian yang diperdebatkan. Dokumenter ini turut memicu diskusi publik tentang apakah vonis 20 tahun penjara terhadap Jessica bertumpu pada bukti hukum yang kuat atau dipengaruhi tekanan opini publik.

6. Sweet Bobby: My Catfish Nightmare

Dokumenter ini mengisahkan Kirat, yang menjalin hubungan daring selama hampir satu dekade dengan sosok bernama “Bobby.” Sepanjang waktu itu, Kirat dimanipulasi melalui kebohongan yang melibatkan puluhan akun palsu yang seolah-olah merupakan teman dan keluarga Bobby. Puncaknya, Kirat mengetahui bahwa “Bobby” ternyata dikendalikan oleh sepupunya sendiri, Simran Bhogal, yang tinggal dekat dengannya. Dokumenter ini menyoroti bagaimana ruang digital dapat disalahgunakan untuk manipulasi, bahkan tanpa motif materi yang jelas.

7. What Jennifer Did

Film dokumenter ini membedah tragedi di Ontario, Kanada, saat Jennifer Pan menelepon 911 dalam keadaan histeris dan melaporkan rumahnya dirampok serta orang tuanya ditembak. Pada awalnya, Jennifer diperlakukan sebagai saksi kunci sekaligus korban yang selamat. Namun, penyidik mulai mencurigai adanya kejanggalan, termasuk sikap Jennifer yang dinilai tetap tenang dalam beberapa sesi interogasi dan detail yang tidak selaras tentang bagaimana ia bisa lepas dari ikatan. Penyelidikan kemudian mengarah pada dugaan bahwa Jennifer merupakan tersangka di balik peristiwa tersebut.

Ketujuh judul ini menampilkan spektrum kasus kriminal nyata dengan sudut pandang berbeda—mulai dari rekaman autentik, wawancara penyidik, hingga kesaksian korban—yang membuat penonton mengikuti proses pengungkapan secara bertahap.