BERITA TERKINI
AHY Tinjau SMPN 1 Karang Baru, Dorong Percepatan Pemulihan Sekolah Pascabanjir di Aceh Tamiang

AHY Tinjau SMPN 1 Karang Baru, Dorong Percepatan Pemulihan Sekolah Pascabanjir di Aceh Tamiang

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau SMP Negeri 1 Karang Baru di Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (25/1/2026). Kunjungan ini dilakukan setelah peresmian hunian sementara bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi.

Dalam peninjauan tersebut, AHY memastikan kondisi sarana dan prasarana pendidikan pascabencana sekaligus mendorong percepatan pemulihan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan aman dan lancar. Ia menegaskan pemulihan sektor pendidikan merupakan bagian penting dari penanganan pascabencana yang tidak boleh tertunda.

AHY menilai sekolah memiliki peran vital, bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga ruang pemulihan psikososial atau trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana. Menurut dia, anak-anak perlu tetap memiliki masa depan yang baik melalui akses pendidikan yang layak, disertai dukungan pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk asupan makanan bergizi.

“Jangan sampai anak-anak kita tertinggal hanya karena fasilitas pendidikan belum sepenuhnya pulih. Memang sudah ada progres, tetapi saya ingin pemulihannya bisa didorong lebih cepat lagi,” ujar AHY.

Dalam kunjungan itu, AHY didampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo dan Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi. Mereka melihat langsung kondisi sekolah yang sebelumnya terdampak banjir dan endapan lumpur hingga mencapai ketinggian sekitar 3 meter. Sebagian lumpur dilaporkan telah dibersihkan, meski masih tersisa di sejumlah area dan kondisi tanah masih lembek.

Meski belum sepenuhnya pulih, kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 1 Karang Baru yang memiliki sekitar 710 siswa tetap berlangsung dengan penyesuaian ruang. Siswa kelas VII belajar di aula, kelas VIII di ruang UKS, dan kelas IX di musala. Kepala SMP Negeri 1 Karang Baru Edy Wahyudi menyampaikan sekolah kembali berjalan sejak 5 Januari 2026, namun proses pembelajaran masih dilakukan secara bertahap.

AHY menyebut masih diperlukan penanganan lanjutan berupa pembersihan menyeluruh, perbaikan bangunan, serta penataan kembali ruang kelas agar sekolah dapat berfungsi normal. Disebutkan pula alat berat telah mulai masuk ke sekolah pada Jumat (23/1) untuk mempercepat pembersihan lumpur dan perbaikan fasilitas.

Dalam kesempatan yang sama, AHY menyampaikan apresiasi kepada Menteri PU beserta jajaran, pemerintah daerah, dan pihak terkait yang bersinergi dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia menekankan bahwa sekolah tidak kalah penting dibanding pembangunan hunian, jalan, dan jembatan karena juga berperan dalam pemulihan anak-anak.

AHY turut menyoroti pentingnya dukungan pemulihan secara menyeluruh, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar siswa. Ia melihat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berkontribusi positif terhadap pemulihan kondisi anak-anak pascabencana.

Terkait percepatan pemulihan sekolah, AHY mengatakan penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan satuan tugas di tingkat pusat. Upaya yang didorong meliputi pengerahan alat berat dan personel untuk pembersihan, pelibatan masyarakat dan pemerintah daerah, serta pengadaan kembali fasilitas sekolah yang rusak. “Ini baru satu contoh sekolah. Masih banyak sekolah lain, mulai dari SD, SMP, hingga SMA yang juga terdampak,” ujar AHY.

AHY menegaskan pemerintah, atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto, terus bekerja memulihkan wilayah Sumatera, termasuk Aceh Tamiang, agar dapat bangkit kembali. Pemerintah berupaya memastikan anak-anak tidak kehilangan akses pendidikan dan tetap bersemangat meraih cita-citanya.

Di akhir kunjungan, AHY berpesan agar pihak sekolah dan masyarakat setempat bersama-sama menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun dan dipulihkan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap mengabdi di tengah keterbatasan pascabencana. “Terima kasih kepada para guru yang begitu mulia. Di tengah situasi yang tidak mudah, tetap berupaya menjadi pelita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi anak-anak kita di Aceh Tamiang,” kata AHY.