BERITA TERKINI
AHY Tinjau SMPN 1 Karang Baru, Dorong Percepatan Pemulihan Sekolah Pascabanjir di Aceh Tamiang

AHY Tinjau SMPN 1 Karang Baru, Dorong Percepatan Pemulihan Sekolah Pascabanjir di Aceh Tamiang

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau SMP Negeri 1 Karang Baru di Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (22/1/2026), usai meresmikan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi.

Dalam kunjungan tersebut, AHY memastikan kondisi sarana dan prasarana pendidikan pascabencana serta mendorong percepatan pemulihan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan aman dan lancar. Ia menegaskan pemulihan sektor pendidikan merupakan bagian penting dari penanganan pascabencana yang tidak boleh tertunda.

Menurut AHY, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang pemulihan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana. Ia menyebut anak-anak di Aceh Tamiang perlu tetap memiliki masa depan yang baik melalui akses pendidikan yang layak, disertai dukungan pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk asupan makanan bergizi.

“Jangan sampai anak-anak kita tertinggal hanya karena fasilitas pendidikan belum sepenuhnya pulih. Memang sudah ada progres, tetapi saya ingin pemulihannya bisa didorong lebih cepat lagi,” kata AHY.

Peninjauan dilakukan bersama Menteri Pekerjaan Umum, Bupati Aceh Tamiang, kepala sekolah, serta para guru. Mereka melihat langsung kondisi sekolah yang sebelumnya terdampak banjir dan endapan lumpur dengan ketinggian sekitar tiga meter. Sebagian lumpur telah dibersihkan, namun masih terdapat sisa di beberapa area dan kondisi tanah dinilai masih lembek.

Sejumlah ruang kelas telah dibersihkan dan dimanfaatkan sementara sebagai ruang komunal. Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan penyesuaian, yakni siswa kelas VII belajar di aula, kelas VIII di ruang UKS, dan kelas IX di musala. SMP Negeri 1 Karang Baru tercatat memiliki sekitar 710 siswa dari tiga jenjang kelas.

AHY menyampaikan masih diperlukan penanganan lanjutan berupa pembersihan menyeluruh, perbaikan bangunan, serta penataan kembali ruang kelas agar sekolah dapat kembali berfungsi normal seperti sebelum bencana.

Ia juga menyebut tindak lanjut mulai dilakukan. Pada Jumat (23/1/2026), AHY menerima laporan bahwa alat berat telah mulai masuk ke SMP Negeri 1 Karang Baru untuk mempercepat pembersihan lumpur dan perbaikan fasilitas sekolah agar pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal.

Dalam kesempatan itu, AHY mengapresiasi kerja Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo beserta jajaran Kementerian PU, pemerintah daerah, dan elemen terkait yang disebut terus bersinergi dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia menilai dukungan teknis, termasuk pengerahan alat berat untuk membantu pembersihan sekolah-sekolah terdampak, merupakan wujud kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan sektor pendidikan.

“Sekolah tidak kalah penting dibandingkan pembangunan hunian, jalan, dan jembatan. Sekolah juga menjadi sarana trauma healing. Anak-anak kita masih berada pada usia pertumbuhan, baik secara fisik maupun mental dan psikologis,” ujar AHY.

AHY juga menyoroti pentingnya pemulihan menyeluruh, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar siswa. Dalam peninjauan itu, ia melihat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang sudah berjalan dan dinilai berkontribusi positif terhadap pemulihan kondisi anak-anak pascabencana.

Terkait percepatan pemulihan sekolah, AHY mengatakan penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan satuan tugas di tingkat pusat. Langkah yang didorong antara lain pengerahan alat berat dan personel untuk pembersihan, pelibatan masyarakat dan pemerintah daerah, serta pengadaan kembali fasilitas sekolah yang rusak seperti bangku dan meja belajar.

“Ini baru satu contoh sekolah. Masih banyak sekolah lain, mulai dari SD, SMP, hingga SMA yang juga terdampak. Karena itu, semua harus dihitung dan ditangani dengan baik, termasuk dari sisi anggaran,” kata AHY.

AHY menambahkan, upaya pemulihan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah terus bekerja memulihkan wilayah Sumatera, termasuk Aceh Tamiang, sehingga dapat bangkit kembali. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memastikan anak-anak tidak kehilangan akses pendidikan dan tetap bersemangat meraih cita-cita di tengah situasi pascabencana.

Di akhir kunjungan, AHY berpesan kepada pihak sekolah dan masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun dan dipulihkan agar proses pemulihan pendidikan dapat berlangsung lebih cepat dan memberi manfaat maksimal bagi siswa.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Karang Baru Edy Wahyudi menyampaikan kegiatan sekolah telah kembali berjalan sejak 5 Januari 2026. Namun, proses pembelajaran masih dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi sarana dan prasarana yang terdampak banjir.

Menutup kunjungannya, AHY menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap menjalankan peran pendidikan di tengah keterbatasan pascabencana. “Terima kasih kepada para guru yang begitu mulia. Di tengah situasi yang tidak mudah, tetap berupaya menjadi pelita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi anak-anak kita di Aceh Tamiang,” ujarnya.