Jakarta - Peringatan Hari Musik Nasional pada 9 Maret 2026 dimanfaatkan untuk memperkenalkan RiSing, teknologi portabel yang ditujukan sebagai hiburan keluarga sekaligus sarana pengembangan bakat vokal. Pengamat musik Aldo Sianturi menilai perangkat ini dapat membantu masyarakat berlatih menyanyi secara mandiri karena praktis, mudah digunakan, dan mudah dibawa.
"Wah berita menarik nih, saya mendukung sekali RiSing ini menjadi alat hiburan keluarga yang praktis, mudah digunakan serta portabel. Buat yang suka nyanyi ini jadi alat yang oke banget nih. Bisa juga buat kalian yang mau belajar nyanyi untuk latihan dan mengembangkan bakatnya," kata Aldo Sianturi kepada wartawan.
Selain fungsi hiburan, Aldo menyoroti isu pengelolaan lisensi dan royalti yang kerap menjadi perhatian dalam industri musik digital. Ia menyebut inovasi semacam ini berpotensi membuka sumber pendapatan tambahan bagi pencipta lagu, dengan catatan pengelolaan lisensi dan royalti dilakukan secara baik dan teratur.
"Inovasi seperti RiSing menarik karena menghadirkan karaoke sebagai hiburan keluarga yang praktis dan portabel. Yang penting, jika lisensi dan royalti dikelola dengan baik, platform seperti ini juga bisa membuka potensi tambahan penghasilan bagi para pencipta lagu," ujarnya.
Aldo juga mengaitkan kehadiran karaoke rumahan dengan harapan perbaikan transparansi, yang selama ini kerap dikeluhkan musisi. Ia mengapresiasi komitmen pengelola RiSing dalam pembagian hak ekonomi bagi pemilik karya.
"Dan ini menambah nilai manfaat bagi para pencipta lagu untuk pundi-pundi penghasilan mereka. Karena saya dengar RiSing sangat amanah dalam hal royalti buat para pencipta lagu. Jadi sebuah alternatif income buat para pencipta lagu," jelas Aldo.
Founder RiSing, Judystira Setyadji, mengatakan platform tersebut dilengkapi sistem pemantauan jumlah lagu yang dimainkan secara akurat dan dapat dipantau langsung. Menurutnya, fitur ini memungkinkan pemilik hak cipta melihat data penggunaan karya mereka.
"Jadi para musisi atau produser lainnya bisa melihat, 'Oh ternyata jumlah lagu saya yang dimainkan. Untuk memastikan satu lagu terhitung diputar, pengguna setidaknya harus menyanyikannya dengan durasi minimal 30 detik. Seluruh data penggunaan lagu tersebut nantinya akan dikelola dan disalurkan melalui lembaga terkait agar pembagiannya lebih teratur," kata Judystira.
Judystira menambahkan, laporan penggunaan lagu akan diserahkan kepada mitra pengelola, yakni ASIRINDO, sebagai bagian dari mekanisme penyaluran dan perhitungan royalti. "Segala perhitungan lagu ini akan kita kasihkan ke partner kita yaitu ASIRINDO. hingga konsumen yang ingin belajar bernyanyi pun juga bisa mengikuti irama lagu tersebut," tutupnya.

