BERITA TERKINI
Audisi "The Icon Indonesia" Singgah di Bandung, Ratusan Talenta Muda Ikut Seleksi

Audisi "The Icon Indonesia" Singgah di Bandung, Ratusan Talenta Muda Ikut Seleksi

BANDUNG – SCTV kembali menggelar ajang pencarian bakat menyanyi pop bertajuk “The Icon Indonesia” sebagai ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan di bidang musik dan tarik suara. Setelah sebelumnya berlangsung di Medan dan Makassar, Bandung menjadi salah satu titik seleksi nasional untuk menjaring calon bintang pop baru.

Audisi di Bandung digelar di Universitas Widyatama pada Minggu (8/2/2026) dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah. Program ini ditujukan bagi penyanyi solo berusia 14 hingga 25 tahun yang memiliki minat dan potensi di genre musik pop. Selain audisi luring di sejumlah kota, SCTV juga membuka jalur audisi daring untuk menjangkau peserta dari wilayah yang sulit hadir secara langsung.

Deputy Director Programming SCTV, Banardi Rachmad, mengatakan “The Icon Indonesia” dirancang sebagai wadah pengembangan penyanyi muda agar siap bersaing di industri musik profesional. “Program ini adalah ajang pencarian bakat menyanyi pop untuk generasi muda Indonesia. Kami memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi talenta terbaik di berbagai daerah untuk berkembang dan menjadi ikon baru musik pop Indonesia,” ujar Banardi.

Banardi menyebut antusiasme pendaftar hingga tahap audisi di Bandung tergolong tinggi. Ia mencatat lebih dari 1.500 peserta mengikuti audisi offline di berbagai kota, sementara audisi online telah diikuti lebih dari 1.000 peserta. Menurutnya, penyaringan tidak didasarkan pada kuota per daerah, melainkan kualitas. “Kami tidak menargetkan jumlah tertentu dari setiap daerah. Seleksi dilakukan berbasis kualitas. Talenta yang memenuhi kriteria akan kami bawa ke tahap berikutnya di Jakarta,” katanya.

Ia menambahkan, SCTV melihat perlunya regenerasi penyanyi pop untuk mengisi ekosistem industri hiburan, termasuk berbagai program musik yang dimiliki stasiun televisi tersebut. Banardi juga menyebut format “The Icon Indonesia” dirancang berbeda dari ajang sejenis dengan tantangan yang lebih kompleks sejak tahap awal. “Peserta yang lolos ke tahap selanjutnya akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk duet dengan artis populer sejak babak awal. Ini untuk menguji kesiapan mereka agar cepat matang sebagai entertainer,” ujarnya.

Audisi di Bandung turut menghadirkan penyanyi Rafael Tan sebagai juri tamu. Ia menilai kualitas peserta di kota ini cukup menjanjikan dan menunjukkan perkembangan positif. “Ini pengalaman menarik melihat talenta-talenta muda dengan potensi luar biasa. Banyak yang bisa mengeksplorasi suara dengan baik, bahkan ada yang belajar secara otodidak,” ujar Rafael.

Menurut Rafael, penilaian tidak hanya bertumpu pada kemampuan vokal, tetapi juga sikap dan kesiapan mental. “Sebagai entertainer, tidak hanya suara yang dinilai. Attitude, kepercayaan diri, dan kemampuan tampil di depan kamera juga menjadi pertimbangan. Yang sudah siap biasanya terlihat dari cara mereka masuk ruang audisi hingga saat tampil,” katanya.

Rafael menambahkan, Bandung dan Jawa Barat dikenal sebagai daerah yang banyak melahirkan seniman dan musisi berbakat. Ia berharap audisi ini dapat menjadi pintu bagi generasi muda untuk menapaki karier profesional di industri musik. “Banyak talenta dari Bandung yang potensial. Semoga dari sini lahir ikon baru musik pop Indonesia,” ujarnya.

Setelah Bandung, rangkaian audisi “The Icon Indonesia” dijadwalkan berlanjut ke Jakarta sebagai kota penutup. Program ini diharapkan melahirkan penyanyi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan vokal, tetapi juga karakter kuat sebagai entertainer.