Bandcamp menyatakan sikap tegas di tengah meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam industri musik. Melalui pernyataan resmi di blog internal pada 13 Januari, platform distribusi musik independen itu menegaskan bahwa musik yang beredar di Bandcamp harus merupakan karya manusia.
Dalam dokumen kebijakan tersebut, Bandcamp secara eksplisit melarang unggahan musik atau audio yang dihasilkan sepenuhnya atau sebagian besar oleh generative AI. Pernyataan itu ditulis oleh tim Bandcamp sebagai respons atas meningkatnya konten audio sintetis di berbagai platform digital.
Bandcamp juga menegaskan penggunaan AI untuk meniru artis atau gaya tertentu tetap dianggap pelanggaran. Ketentuan ini disebut sejalan dengan kebijakan lama mereka terkait impersonation dan pelanggaran hak kekayaan intelektual. Menurut penjelasan Bandcamp, praktik imitasi berbasis AI dinilai berpotensi merugikan musisi asli dan membingungkan pendengar.
Selain mengandalkan sistem internal, Bandcamp turut mengajak pengguna untuk membantu menjaga ekosistem platform. Pengguna diminta melaporkan konten yang dicurigai dibuat oleh generative AI agar dapat ditinjau oleh tim Bandcamp. Dalam kebijakan yang sama, platform tersebut menyatakan berhak menghapus musik yang dinilai melanggar aturan.
Langkah ini dinilai kontras dengan arah sebagian industri musik arus utama. Beberapa bulan sebelumnya, Universal Music Group mengumumkan kerja sama strategis dengan Udio, sebuah platform AI generatif. Setelah itu, Warner Music Group juga mengumumkan kesepakatan lisensi dengan aplikasi AI bernama Suno. Di tengah tren tersebut, Bandcamp memilih menarik batas tegas terkait siapa yang tetap harus berada di pusat proses kreatif: manusia.

