BERITA TERKINI
Bea Cukai Langsa dan Relawan Yayasan Masjid Al-Falah Surabaya Salurkan Bantuan ke Wilayah Sulit Akses di Aceh Tamiang

Bea Cukai Langsa dan Relawan Yayasan Masjid Al-Falah Surabaya Salurkan Bantuan ke Wilayah Sulit Akses di Aceh Tamiang

Banda Aceh—Bea Cukai Langsa berkolaborasi dengan tim relawan Yayasan Masjid Al-Falah Surabaya untuk mendukung pemulihan masyarakat pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan bagi warga terdampak.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (14/01/26) hingga Jumat (16/01/26). Pada hari pertama, tim menyasar dua titik yang disebut relatif sulit dijangkau, yakni Kampung Sulum, Kecamatan Sekerak, serta Desa Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka.

Selain menyalurkan bantuan kemanusiaan, tim juga melakukan survei lapangan untuk menggali informasi dan memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lokasi.

Pada hari kedua, Kamis (15/01/26), kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan di Posko Masjid Al-Ikhlas, Kampung Raja, Kecamatan Bendahara, serta Posko Musholla Al-Amin di Dusun Pantai Beringin, Desa Alur Cucur, Kecamatan Rantau. Pada kesempatan ini, tim juga memfokuskan kegiatan pada upaya pemulihan trauma anak-anak melalui pendekatan sosial, interaksi langsung, dan kegiatan sederhana untuk membangun kembali rasa aman serta semangat mereka pascabencana.

Memasuki hari ketiga, Jumat (16/01/26), tim kembali menyusuri pelosok Aceh Tamiang menuju Kampung Sulum, Kecamatan Sekerak. Medan terjal ditempuh untuk menepati hasil survei hari pertama, sekaligus menyalurkan dukungan dan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak di wilayah tersebut.

Selama rangkaian kegiatan, bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa kebutuhan rumah tangga bagi masyarakat terdampak, tetapi juga mencakup kebutuhan rumah ibadah serta santunan kepada pengurus masjid dan musholla.

Kepala Kantor Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto, menyatakan pihaknya akan terus berkomitmen dan terbuka untuk berkolaborasi lintas sektor dalam mendukung percepatan pemulihan masyarakat pascabencana.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan memerlukan sinergi dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, penguatan mitigasi dan respon cepat untuk memberikan dukungan yang menyeluruh bagi masyarakat terdampak,” ujar Dwi Harmawanto.