BERITA TERKINI
Benarkah Kopi Pagi Bisa Membuat Lebih Bahagia? Ini Penjelasan Peneliti

Benarkah Kopi Pagi Bisa Membuat Lebih Bahagia? Ini Penjelasan Peneliti

Secangkir kopi di pagi hari kerap dianggap mampu memperbaiki suasana hati. Sejumlah peneliti menjelaskan bahwa efek ini dapat terjadi karena kafein bekerja dengan memblokir reseptor adenosin, yakni mekanisme yang berkaitan dengan rasa kantuk. Ketika reseptor tersebut terhambat, seseorang dapat merasa lebih terjaga dan lebih berenergi.

Profesor Anu Realo dari University of Warwick menerangkan bahwa pemblokiran reseptor adenosin oleh kafein dapat meningkatkan aktivitas dopamin di area penting otak. Menurut berbagai penelitian, efek tersebut berhubungan dengan meningkatnya suasana hati dan kewaspadaan.

Namun, para peneliti menekankan masih belum jelas apakah peningkatan suasana hati itu murni berasal dari efek kafein, atau juga dipengaruhi oleh berkurangnya gejala putus kafein setelah tidur malam. Realo menjelaskan bahwa bahkan orang dengan konsumsi kafein sedang dapat mengalami gejala putus kafein ringan, yang kemudian mereda setelah minum secangkir kopi atau teh pertama pada pagi hari.

Di sisi lain, konsumsi kafein merupakan kebiasaan yang sangat umum secara global. Profesor Sakari Lemola dari Bielefeld University, penulis senior penelitian, menyebut sekitar 80 persen orang dewasa di dunia mengonsumsi minuman berkafein. Ia juga menambahkan bahwa penggunaan zat stimulan seperti kafein telah berlangsung lama dalam sejarah manusia.

Lemola turut menyinggung temuan bahwa konsumsi kafein tidak hanya terjadi pada manusia. Beberapa hewan liar diketahui mengonsumsi kafein; lebah dan kumbang, misalnya, dilaporkan lebih menyukai nektar dari tanaman yang mengandung kafein.

Meski demikian, para penulis penelitian mengingatkan bahwa kafein dapat menyebabkan ketergantungan. Konsumsi berlebihan dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, dan mengonsumsi kafein terlalu malam dapat memicu gangguan tidur.