BERITA TERKINI
BRIN dan IAEA Dorong Daur Ulang Sampah Plastik dengan Teknologi Radiasi

BRIN dan IAEA Dorong Daur Ulang Sampah Plastik dengan Teknologi Radiasi

Indonesia terus mencari solusi untuk mengatasi persoalan sampah plastik yang kian serius. Salah satu upaya yang kini didorong adalah pemanfaatan teknologi nuklir untuk mendaur ulang limbah plastik secara lebih efisien melalui kerja sama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Dalam kerja sama tersebut, teknologi penyinaran digunakan sebagai alternatif pengolahan plastik. Metode ini memanfaatkan sinar gamma dan elektron untuk mengubah struktur material plastik, sehingga kualitas hasil daur ulang dapat meningkat.

Melalui proses itu, limbah plastik dapat diolah menjadi komposit kayu-plastik atau Wood Plastic Composite (WPC). Produk WPC disebut memiliki sifat tahan air, tidak rentan terhadap rayap, serta tampilan yang menyerupai kayu asli. Material ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk bahan konstruksi dan perabotan.

IAEA juga menetapkan Indonesia sebagai contoh negara dalam inisiatif Nuclear Technology for Controlling Plastic Pollution (NUTEC Plastics). Inisiatif tersebut mencakup tiga tahap utama, yakni peningkatan pengelolaan limbah plastik di sektor hilir melalui penguatan pengumpulan dan pengolahan sampah plastik yang sudah berada di lingkungan, serta pembangunan fasilitas demonstrasi berupa pabrik pengolahan sampah plastik yang menggunakan teknologi iradiasi sebagai model percontohan.