BERITA TERKINI
CIS Jepang, BRIN, dan BPBD Jatim Jajaki Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Drone

CIS Jepang, BRIN, dan BPBD Jatim Jajaki Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Drone

Surabaya — Tim riset Chiba Institute of Science (CIS) Jepang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Brida Jawa Timur menjajaki kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dalam upaya mitigasi bencana.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, tingginya potensi bencana di Jawa Timur menarik perhatian akademisi dari Jepang untuk bekerja sama, khususnya dalam pemanfaatan drone untuk kegiatan mitigasi di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Sidoarjo, Senin, rombongan dikenalkan pada penggunaan drone dan metode mikro tremor yang biasa digunakan untuk survei gerakan tanah di berbagai daerah. BPBD Jawa Timur juga memperkenalkan cara kerja dan teknologi pemantauan potensi bencana yang digunakan di ruang Pusdalops serta mobil BPBD One.

Selain itu, para tamu diperlihatkan Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) dan sejumlah wahana edukasi di Taman Edukasi Bencana, di antaranya simulator gempa dan Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina).

Gatot menyampaikan apresiasi atas rencana riset kolaborasi jalur drone yang akan dilakukan di Jawa Timur, terutama di kawasan berpotensi longsor dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Tahura R. Soerjo. Ia berharap kerja sama tersebut dapat menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di Jawa Timur.

Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik BRIN Yanuar Farida Wismayanti turut mengapresiasi sambutan dan pembelajaran kebencanaan yang diselenggarakan BPBD Jawa Timur. Menurut rencana, BRIN bersama CIS Jepang, Universitas Budi Luhur, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melakukan riset kolaborasi jalur drone untuk mitigasi bencana di wilayah Cangar Pacet, Kabupaten Mojokerto, serta kawasan Tahura R. Soerjo.

Yanuar menilai kunjungan tersebut memberikan banyak pembelajaran, termasuk terkait fasilitas command center serta sarana edukasi kebencanaan yang tersedia.

Sementara itu, Hitoshi Igharasi dari CIS Jepang juga menyampaikan apresiasi terhadap program edukasi bencana, peralatan, dan teknologi yang dimiliki BPBD Jawa Timur. Ia menilai upaya edukasi kepada masyarakat serta dukungan peralatan yang ada merupakan hal yang sangat baik.